Penyelenggaraan Y20 di Manokwari Tuai Kritik

MANOKWARI – Penyelenggaraan side event Y20 di Manokwari pada 17-19 Juni lalu menuai kritik dari salah satu delegasi lokal Y20 yang berasal dari Kota Sorong di media sosial Instagram. Kritikan tersebut diunggah oleh akun @christin.nebore dan memberikan review pelaksanaan Y20 di Manokwari yang diunggah pada Rabu (22/6/2022).

Dalam postingan @christin.nebore di Instagram, ia menuliskan tentang cakupan timeline seleksi partisipan lokal, keterlibatan yang tidak inklusif, penilaian seleksi partisipan lokal yang tidak transparan, ancaman kebebasan berpendapat, keamanan, keuangan, aksesibilitas, represi, kontribusi kurang maksimal, titik terang, dan kesimpulan.

Dikutip dari akun @christin.nebore, ia mengatakan timeline pengumuman peserta lokal tidak konsisten. “Calon peserta tidak diberitahukan secara transparan, apa yang menyebabkan keterlambatan pengumuman tersebut,” ujarnya di akun media sosial Instagram.

Lebih lanjut, ia menyebutkan tidak menemukan perwakilan dari LGBTQ, pemuda dengan HIV/AIDS, pemuda dari daerah 3T dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat dan pemuda disabilitas lainnya. Dia mengaku hanya menemui satu orang observer mewakili pemuda disabilitas.

“Jika definisi pemuda menurut pemerintah tidak mencakup kelompok rentan tersebut, berarti memang tidak inklusif,” ucapnya.

Ia mempertanyakan perihal akomodasi antara peserta lokal dan delegasi internasional yang sempat ditanyakan secara baik-baik kepada panitia Y20. Ia memberikan kritikan terkait tempat tinggal di Asrama Kasuari Taruna Nusantara yang setiap harinya akses air terbatas, jaringan internet dan beberapa perangkat lainnya, yang tidak memadai.

“Seharusnya peserta memperoleh akomodasi yang supportif,” terangnya dalam unggahan di media sosial.

Ia menuturkan bahwa dirinya tidak memanfaatkan event tersebut untuk mencari panggung. Ia menggunakan media sosial untuk membagikan advokasi, aktifitas, kegiatan dan pengalaman secara positif. Ia mempertanyakan terkait apa yang dilakukannya hanya untuk mencari panggung semata.

“Bukankah media sosial salah satu wadah bagi pemuda untuk bersuara? Media sosial salah satu panggung kami (pengguna media sosial, red) untuk berinteraksi, menjalin relasi dan mengakses informasi yang terbatas pada media konvensional,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia side event W20 dan Y20, Melkias Werinussa  menanggapi kritikan yang disampaikan akun instagram @christin.nebore di media sosial. Melkias Werinussa menyampaikan terima kasih atas review yang telah disampaikan terkait penyelenggaraan pre-summit Y20 di Manokwari sebagai bahan evaluasi internal panitia.

Werinussa menjelaskan terkait seleksi town hall participant (THP) ada beberapa pertimbangan dari panitia yakni dimundurkannya pengumuman seleksi untuk memberikan kesempatan kepada para pemuda lokal yang belum mendaftar.

“Keterbatasan waktu dan kesibukan panitia karena bertepatan dengan waktu pelaksanaan side event W20,” ujar Melkias, Kamis (23/6/2022).

Ia menyebutkan terkait keterlibatan yang tidak inklusif, pelibatan peserta lokal tentunya didasari atas ketentuan yang dibuat. Secara umum kebijakan dan ketentuan rekrutmen peserta tidak dibuat secara spesifik untuk mengakomodir satu kelompok atau golongan.

“Ini terbuka untuk semua kalangan pemuda,” sebutnya.

Penilaian yang dirasa tidak transparan, lanjut Melkias bahwa syarat dan ketentuan peserta lokal telah dicantumkan dengan transparan oleh panitia pada flayer dan tautan yang kemudian disebarluaskan pada berbagai media sosial.

“Kriteria tambahan yang menjadi pertimbangan adalah mengakomodir keterwakilan pemuda OAP,” sebut Melkias.

Disamping itu, terkait beredarnya informasi tentang anggaran Rp10 miliar untuk side event W20 dan Y20 di pelbagai pemberitaan, Melkias tidak menampik akan hal tersebut, akan tetapi pemberitaan tersebut pada saat rapat sebelum side event W20 dan Y20 dan sudah direvisi sehingga panitia mendapat Rp4,8 miliar dan dikelola panitia sebesar Rp2,8 miliar. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: