Lintas Papua

Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Papua Barat Siapkan 1.437 TPK

MANOKWARI – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Papua Barat telah membentuk 1.437 tim pendamping keluarga (TPK) yang akan mendampingi calon pengantin, remaja, ibu menyusui, ibu hamil dan balita guna percepatan penurunan stunting di Papua Barat.

Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo menerangkan ribuan TPK itu akan mendampingi sekitar 5.317 sasaran pendampingan yang tersebar di kabupaten/kota se-Papua Barat.

“Pendampingan itu dilakukan mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga anak di usia dua tahun,” jelas Philmona di Manokwari, Senin (26/9/2022).

Ia menerangkan, setiap harinya BKKBN akan menerima laporan dari TPK untuk menjadi acuan dalam memberikan rekomendasi jika menemukan permasalahan terkait stunting.

“TPK terus melakukan pendampingan. Mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga pasca persalinan. Dan wajib mengingatkan untuk memberikan air susu ibu eksklusif,” terangnya.

Philmona mengatakan, bahwa penurunan angka stunting merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang tertera dalam Peraturan Presiden dengan target penurunan stunting hingga di angka 14 persen pada 2024.

“Data BKKBN Papua Barat, prevalensi stunting provinsi berada di angka 26,2 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari prevalensi stunting secara nasional yaitu 24,4 persen,” ujarnya.

Ia menyebutkan dari kabupaten/kota yang ada di Papua Barat, Kota Sorong merupakan daerah yang memiliki angka stunting terendah se-Papua Barat yakni 19,9 persen.

“Untuk angka stunting tertinggi pada  Kabupaten Pegunungan Arfak sebesar 40,1 persen, Kabupaten Sorong Selatan sebesar 39,6 persen dan Kabupaten Tambrauw sebesar 39,4 persen,” sebutnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.