Lintas Papua

PLN Resmikan PLTMH 150 Kw di Pegunungan Arfak

MANOKWARI – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat telah meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 150 Kw di Kampung Upperc, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Kamis (8/6/2023).

General Manager PLN UIW PPB Budiono melalui keterangan resmi kepada ANTARA di Manokwari, Kamis, mengatakan bahwa PLTMH Anggi akan menjadi titik pusat keandalan kelistrikan sekaligus mengintegrasikan sistem kelistrikan pada tiga kampung lainnya seperti Kampung Sururey, Demaisi, dan Teige.

“PLTMH berguna menjaga keandalan pasokan listrik di Pegunungan Arfak,” kata Budiono.

Saat ini, kata dia, jumlah kampung di Pegunungan Arfak yang telah menikmati aliran listrik sebanyak 74 dari 166 kampung. Ke depannya, PLN berkomitmen menyelesaikan secara bertahap penyambungan listrik bagi 92 kampung.

Untuk itu, PLN membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah setempat demi merealisasikan pembangunan sistem kelistrikan di Pegunungan Arfak melalui program non PLN maupun penyediaan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE).

“Sisanya mendapatkan listrik dari non PLN atau LTSHE bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik,” jelas Budiono.

Dirinya berharap Kabupaten Pegunungan Arfak menjadi kabupaten ‘green’ atau terbebas dari penggunaan energi fosil atau bahan bakar minyak. Sebab, Pegunungan Arfak memiliki potensi energi terbarukan yang sangat signifikan.

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur PLTMH Anggi dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, demi meningkatkan pasokan energi bersih di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Potensinya baru 1/3 yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, masih ada 2/3 potensi yang perlu dimanfaatkan,” ujar dia.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, menuturkan pemerintah daerah bersama masyarakat mengapresiasi pengoperasian pembangkit listrik menggunakan potensi sumber daya alam (air) di wilayah Pegunungan Arfak.

Upaya itu membuktikan bahwa pemerintah pusat terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus memperkuat ketahanan energi guna menopang pertumbuhan perekonomian masyarakat di daerah.

“Ini bagian penting dari kebijakan bapak presiden dalam mewujudkan program Papua Barat Terang,” ujar Paulus.

Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy mengatakan, listrik menjadi kebutuhan yang selama ini dinantikan oleh masyarakat yang mendiami wilayah perkampungan karena hidup dalam keterbatasan.

Pemerintah kabupaten terus berkoordinasi dengan PLN agar tahun ini dapat menambah kuato penyambungan listrik ke wilayah perkampungan.

“Setiap rumah membutuhkan lampu untuk aktivitas sehari hari. Kami sudah koordinasi bersama PLN agar dalam tahun ini ada tiga kampung lagi yang dialiri listrik,” ujar Yosias. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.