Lintas Papua

Polda Papua Barat Libatkan 1.087 Personel Gabungan Amankan Nataru

MANOKWARI — Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat melibatkan 1.087 personel gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Basarnas, serta unsur pemerintah daerah pada pelaksanaan operasi pengamanan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Kepala Biro Operasi Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Erick Kadir Sully di Manokwari, Kamis, mengatakan ribuan personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Lilin 2023 nantinya disebar ke 530 objek pengamanan.

“Keseluruhan personel gabungan sebanyak 1.087 personel, khusus anggota Polda ada 327 personel,” kata Erick Sully.

Ia menjelaskan bahwa objek pengaman yang dimaksud meliputi 340 gereja, 52 objek wisata, 53 objek pergantian tahun, 15 terminal angkutan umum, 30 pelabuhan laut, 13 bandar udara, dan 57 pusat perbelanjaan.

Kemudian, 49 Pos Operasi Lilin, 20 pos pengamanan, 23 pos pelayanan, dan enam pos terpadu untuk memantau perkembangan situasi kamtibmas menjelang hingga sesudah perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Wilayah hukum Polda Papua Barat ada dua provinsi yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ucap Erick.

Ia menuturkan apel gelar pasukan untuk mengecek kesiapan personel Operasi Lilin Tahun 2023 tidak hanya diselenggarakan oleh Polda, melainkan 13 Kepolisian Resor dan Kepolisian Resor Kota di Papua Barat maupun Papua Barat Daya.

Pelaksanaan Operasi Lilin 2023 untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru akan berlangsung selama 12 hari yang dimulai dari 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

“Polres dan Polresta jajaran juga melakukan apel gelar pasukan Operasi Lilin 2023 di masing-masing wilayahmya,” ujar Erick Sully.

Menurut dia pengalokasian personel Operasi Lilin 2023 tidak menghambat pelaksanaan Operasi Mantap Brata guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu Serentak 2024.

Seluruh personel Polda yang terlibat dalam operasi pengamanan wajib mengikuti petunjuk teknis sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Nomor 8 Tahun 2021.

“Operasi Lilin bersinggungan dengan Operasi Mantap Brata, tapi personel yang bertugas dalam dua operasi itu tidak sama,” ucap Erick Sully.

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Papua Barat Komisaris Besar Polisi Bagijo Hadi Kurnijanto menuturkan, kepolisian terus mengantisipasi potensi kerawanan yang terjadi karena perayaan Natal dan Tahun Baru bertepatan dengan tahapan Pemilu Serentak 2024.

Oleh sebabnya, kepolisian memerlukan dukungan pengamanan dari TNI, Basarnas, pemerintah daerah, mitra kamtibmas, serta organisasi masyarakat lainnya agar perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan sesuai ekspektasi.

“Supaya perayaan Natal dan malam pergantian tahun bisa terlaksana dengan aman, lancar dan penuh hikmad,” ucap Bagijo. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.