Lintas Papua

Polisi Akhiri Aksi Blokade Pasar Wosi Manokwari

MANOKWARI — Kepolisian Resor Kota Manokwari berhasil mengakhiri aksi blokade jalan akses masuk areal Pasar Wosi Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (4/10/2023).

Sebelumnya, tiga ruas jalan akses masuk ke Pasar Wosi diblokade sekelompok warga dengan menggunakan tanah timbunan sejak Rabu dini hari.

Kapolresta Manokwari Kombes Pol. RB Simangungsong memimpin langsung pembersihan gundukan tanah yang menutupi badan jalan akses masuk ke areal pasar. Ia meminta pihak yang bertanggung jawab atas pemalangan tersebut untuk bernegosiasi di tempat.

“Untuk pihak yang bertanggung jawab mari kita bicara baik-baik. Ini fasilitas umum jangan mempersulit orang lain,” kata Kombes RB Simangungsong

Sayangnya, tidak ada yang mau bertanggung jawab atas aksi blokade itu. Polisi lalu membuka paksa blokade, dengan mengerahkan dua unit alat berat untuk membersihkan material tanah yang menutup badan jalan akses masuk ke pasar.

Proses pembersihan berlangsung hampir satu jam. Sejumlah unit kendaraan water cannon juga nampak dikerahkan polisi ke lokasi blokade.

Sekitar pukul 12.00 semua akses jalan menuju pasar berhasil dibuka polisi. Usai pembersihan, situasi di Pasar Wosi berangsur pulih. Beberapa pedagang terlihat sudah mulai berjualan di area pasar.

Hingga pukul 14.00 sejumlah personil dari Polresta Manokwari nampak masih berjaga di lokasi untuk mengamankan situasi di areal pasar tetap kondusif.

Sampai berita ini dirilis belum ada keterangan resmi dari kelompok warga yang melakukan aksi blokade itu.

Warga terpaksa menjajakan jualannya seperti sayur-mayur dan buah-buahan di trotoar dan emperan toko akibat aksi blokade akses jalan masuk Pasar Wosi. PBNEWS/Irfan Jayadi

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, aksi blokade ini dilakukan oleh sekelompok warga yang mengklaim sebagai pemilik hak ulayat areal Pasar Wosi dan Terminal Wosi. Mereka menuntut ganti rugi lahan.

Pada sebuah spanduk berukuran besar di lokasi blokade, warga menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan pemilik hak ulayat. Terdapat sedikitnya 50 unit rumah permanen 8 mx7 m lengkap dengan fasilitas listrik, air bersih, pagar dan kuburan leluhur yang harus disiapkan Pemkab Manokwari. Jika dirupiahkan material bangunan nilainya mencapai Rp 120 miliar.

Akibat aksi blokade akses jalan masuk ke pasar itu, para pedagang sayur menyebar ruas jalan. Mereka menjajakan jualan, sayur-mayur dan buah-buahan di trotoar dan emperan atau halaman toko di sepanjangn ruas jalan. Pedagang sayur dan buah banyak menyebar di sekitar ruko Bambu Kuning, Taman Ria dan Transito.

Aksi blokade ini juga berimbas pada aktivitas angkutan umum dalam kota maupun luar kota. Terminal yang berada di lingkungan pasar ikut lumpuh. Kendaraan angkutan umum terpaksa parkir dan menunggu penumpang di tepi jalan.

Sehari sebelumnya, pemilik hak ulayat menyampaikan pemberitahuan soal pemalangan Pasar Wosi ini ke Kapolsek Manokwari Kota. Surat pemberitahuan ditandatangani oleh Marthen Mandacan, SH, MHum sebagai Koordinator Hak Wilayah.

Kapolsek Manokwari Kota AKP B. Limbong membenarkan, bahwa telah menerima surat pemberitahuan aksi blokade pasar dan terminal angkutan umum itu. (FAN)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: