Lintas Papua

Polisi Geledah Rumah Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Papua Barat

MANOKWARI – Tim Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat menggeledah rumah mewah milik tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Papua Barat di kawasan Sowi Marampa, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Rabu (7/6/2023). Tim dikawal oleh personel Satuan Brimob Polda Papua Barat.

Pada penggeledahan itu, penyidik Tipikor menyita sejumlah aset milik tersangka korupsi dana hibah KONI Papua Barat. Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen dan bukti transfer.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat Kombes Pol Sonny Tambubolon membenarkan penyitaan sejumlah aset dalam penggeledahan itu.

“Iya benar, tim melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah dokumen dan aset milik tersangka,” kata Sonny.

Kasubdit Tipikor Polda Papua Barat AKBP Aris Cahyanto yang memimpin tim menyatakan, tim mendatangi tiga tempat di lokasi yang berbeda.

“Iya kita lakukan penggeledahan dan penyitaan aset serta dokumen milik para tersangka, pertama kita datangi rumah milik tersangka AW di Kawasan Reremi, kemudian kita datangi Kantor KONI Papua Barat dan di rumah milik L alias Leonora di kawasan Sowi Marampa,” kata Aris Cahyanto.

Ketua RT 02 RW 05 Sowi Marampa Paulus Weyai mengatakan, bangunan rumah itu ada sejak 2 tahun lalu.

“Kita tahu ini rumahnya Pak Alex Warmaer tapi yang tinggal katanya istri keduanya,” kata Paulus Weyai, Rabu.

Sebelumnya, Polda Papua menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi dana hibah KONI Papua Barat, yakni, Leonara Elsina Siahay yang merupakan bendahara salah satu cabang olahraga di KONI Papua Barat, Alex Warmaer yang merupakan bendahara umum Koni Papua Barat, dan Daud Indou yang merupakan Ketua Harian KONI Papua Barat.

Tim Subdit Tipikor Polda Papua Barat mengamankan sejumlah dokumen di rumah tersangka Leonora yang ditaksir mencapai RP 900 juta lebih.

“Ini untuk kepentingan pengembangan terkait dengan tindak pidana pencucian uang TPPU,” kata Aris Dwi Cahyanto.

Tersangka Leonora disebut-sebut sebagai penerima aktif dugaan tindak pidana pencucian uang TPPU dana hibah KONI Papua Barat. Saat tim Subdit Tipikor Polda Papua Barat berada di rumah Leonora, hanya terdapat seorang pekerja salon yang juga milik tersangka.

“Iya Ibu keseharian mengajar sebagai Ibu Guru,” kata Bella alias Rony Kirihiu

Bella mengaku hanya ditugaskan menjaga rumah di samping mengurus salon milik tersangka. “Karena kunci dibawa sama ibu, jadi polisi mendobrak pintu untuk bisa masuk,” ujarnya.

Kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 32,7 miliar dari total anggaran hibah sebanyak Rp 224 miliar lebih dari hibah tahun 2019, 2020 dan 2021.

Penyidik menerapkan pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2021 dan rumusan pasal 3 dan pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang TPPU. (SEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.