Polisi Intensifkan Razia Balapan Liar di Manokwari

MANOKWARI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Manokwari mulai mengintensifkan pelaksanaan razia aktivitas balapan liar yang kerap terjadi pada Sabtu malam.

Selain balapan liar, polisi juga menyasar pengendara yang menggunakan knalpot modifikasi (racing), tidak mengenakan helm, dan pengendara dalam kondisi mabuk.

“Setiap malam minggu, kami akan tetap ada di lapangan supaya bisa mencegah balapan liar,” ujar Kepala Polres Manokwari melalui Kepala Satlantas IPTU Subhan Ohoimas saat ditemui awak media, Sabtu (5/3/2022) malam.

Ia melanjutkan, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam upaya mengantisipasi adanya balapan liar di Manokwari. Tiga minggu belakang, jumlah pengaduan masyarakat terhadap aktivitas tersebut mengalami peningkatan. Sehingga, Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom menginstruksikan agar patroli malam hari ditingkatkan.

“Adanya pengaduan masyarakat melalui layanan 110. Jadi kita maksimalkan patroli dan pemeriksaan kelengkapan kendaraan,” jelas Subhan.

Ia menyarankan agar penggunaan kendaraan bermotor yang gemar dengan balapan, dapat menggunakan sirkuit yang telah disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Supaya, aksi balapan tersebut tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, dan bahkan mengantisipasi fatalitas akibat adanya balapan di jalan raya.

“Pakailah sirkuit resmi yang sudah disediakan pemerintah untuk balapan,” tegas dia.

Subhan menjelaskan, jumlah kendaraan roda dua yang diamankan dalam pelaksanaan razia di ruas Jalan Trikora Wosi, Sabtu malam, sebanyak 15 unit. Belasan kendaraan itu didominasi pelanggaran penggunaan knalpot modifikasi. Selain itu, ada belasan kendaraan roda dua lainnya juga diberikan teguran.

“Dengan adanya razia selama beberapa pekan ini, kami berharap penggunaan knalpot racing dan aksi balapan liar bisa berkurang,” ujarnya.

Ia menerangkan, razia balapan liar ini melibatkan personel gabungan dari Polres Manokwari dan POM TNI-AD. Tujuannya, bilamana ditemukan ada aparat keamanan terlibat dalam balapan liar, maka masing-masing institusi akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada anggota yang kedapatan, tetap ditindak dan kita minimalisir gesekan di lapangan,” kata Subhan.

Belasan kendaraan roda dua yang terjaring razia, diangkut menggunakan truk. (Foto: PB News/F. Weking)

Maria, salah seorang warga Manokwari mengapresiasi sikap kepolisian yang telah merespon keluhan masyarakat, terkait maraknya balapan liar. Karena, balapan liar di jalanan sangat mengganggu pengguna jalan raya lainnya.

“Polisi harus rutin patroli. Karena mereka (pembalap, red) sangat mengganggu pengguna jalan raya lainnya,” ujar Maria.

Ia berharap, patroli malam hari tidak dilakukan hanya selama 14 hari. Namun, tetap dilaksanakan oleh kepolisian demi menciptakan situasi Manokwari yang aman.

“Bagus kalau patroli setiap malam terus berlanjut,” pungkas dia.

Perlu diketahui, pelaku balapan liar akan dijerat dengan Pasal 297 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut berbunyi ‘setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 Huruf b, dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp3 juta’. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: