Lintas Papua

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Dua Warga di Manokwari

MANOKWARI — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari, Papua Barat berhasil menangkap lima pelaku pembunuhan terhadap dua warga Manokwari berinisial AT dan YW pada Jumat (22/12/2023) lalu.

Kelima pelaku tersebut berinisial MA, SK, RJ, dan FD dengan MT sebagai otak pelaku pembunuhan.

Kepala Polresta Manokwari, Komisaris Besar Polisi Rivadin Benny Simangunsong dalam konferensi pers, Rabu (27/12/2023), mengatakan penyelesaian utang piutang hak ulayat lokasi tambang emas ilegal di Kali Kasi Kabupaten Tambrauw menjadi motif pembunuhan

“MT merasa dirugikan karena mobil miliknya disita oleh pemilik hak ulayat dan diancam akan membakar kos-kosan milik MT yang ada di SP5 jika tidak segera melunasi biaya sewa tanah lokasi tambang” katanya

Diketahui sewa hal ulayat yang harus dibayarkan MT kepada korban untuk penyelesaian masalah sewa tanah yang dijadikan lokasi tambang emas ilegal sebesar Rp250 juta

Kejadian pembunuhan ini terungkap karena dua teman korban yaitu DW yang mendapat tikaman dan K berhasil kabur dari kejaran pelaku dan melaporkan pembunuhan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Masni.

Tidak butuh waktu lama pihak kepolisian berhasil meringkus MA, SK, RJ, dan FD di Manokwari saat akan meninggalkan Manokwari sementara MT diamankan di Teluk Bintuni

“Saat akan diamankan MT sempat melakukan perlawan, jadi kami hadiahi MT dengan timah panas,” katanya

Selain mengamankan para pelaku pembunuhan, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti sajam yang digunakan untuk menikam korban, senjata api rakitan dan kendaraan yang digunakan pelaku untuk membawa mayat korban.

Kelima pelaku dijerat Pasal 340 dan atau Pasal 338 juncto Pasal 170 dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup.

Sementara untuk jenazah kedua korban yang dikubur di daerah perkebunan sawit SP5 sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua Barat dan akan dilakukan autopsi untuk kepentingan penyelidikan.

Rivadin mengimbau Masyarakat, terutama keluarga korban untuk menjaga situasi kamtibmas Manokwari tetap kondusif agar proses hukum juga dapat berjalan dengan baik

“Kami minta percayakan ke kepolisian tangani perkara ini. Hukum positif tetap berjalan, kalaupun ada penyelesaian masalah sesuai kearifan lokal ya silahkan saja,” kata Rivadin Benny Simangunsong. (fan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.