Lintas Papua

Progres Tertinggi Kedua se-Indonesia, Stunting Papua Barat Menurun 5,2 Persen

MANOKWARI — Provinsi Papua Barat berhasil menurunkan angka stunting hingga 5,2 persen. Penurunan yang cukup drastis tersebut menjadikan Papua Barat sebagai Provinsi dengan progres tertinggi kedua di Indonesia.

Papua Barat hanya kalah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil menurunkan angka stunting hingga 8,1 persen.

Capaian membanggakan tersebut berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan RI bersama BKPK (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan) tahun 2023.

Hasil survey tersebut menunjukkan angka stunting Papua Barat sebesar 24,8 persen, menurun 5,2 persen dibanding data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 sebesar 30 persen.

Hasil survey tersebut disampaikan langsung Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat Philmona Maria Yarollo pada kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis di Manokwari, Papua Barat, Jumat (22/3/2024)

“Hasil ini cukup menggembirakan dan menjadi penyemangat untuk penanganan stunting secara lebih massif pada tahun 2024,” ujar Philmona.

Dia menjelaskan, penurunan stunting di Papua Barat sejalan dengan intervensi yang dilakukan BKKBN bersama Pemprov Papua Barat dan mitra potensial.

Salah satunya melalui pemberian tambahan asupan nutrisi pemulihan bagi bayi 0-23 bulan yang berisiko stunting. Gerakan ini mengutamakan pemberian makanan tambahan melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), pemberian vitamin dan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan anak balita dengan melibatkan seluruh OPD di lingkup Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.

Ada pula Gerakan Orang Tua Asuh atau Bapa Asuh dan pendampingan Keluarga Berisiko Stunting. Menurutnya, gerakan ini memberikan efek signifikan terhadap program intervensi stunting yang dilaksanakan pada tujuh kabupaten di Papua Barat.

“Penjabat Gubernur (Paulus Waterpauw, red) sangat peduli dan sudah mengangkat 85 anak asuh stunting. Pimpinan OPD pemprov juga diwajibkan jadi bapa asuh masing-masing 10 anak stunting,” ucap dia.

Paulus Waterpauw menggendong salah seorang anak yang mendapatkan makanan tambahan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada tahun 2023. Dok Humas Pemprov Papua Barat

Kebijakan strategis lain untuk mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem adalah program pendataan keluarga pada Juli 2023. Realisasi pendataan mencapai 78,91 persen dari target 71.091 kepala keluarga yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Ia menjelaskan, pendataan itu tidak hanya digunakan sebagai acuan pelaksanaan intervensi stunting dan kemiskinan ekstrem, melainkan juga untuk mengoptimalkan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).

“Pendataan keluarga juga mendukung pelaksanaan program lainnya di daerah, karena data ini data by name by address,” katanya.

Penanganan stunting di Papua Barat tidak hanya melalui sejumlah program di lapangan, tetapi juga dikombinasikan dengan sistem informasi melalui aplikasi E-Keriting (Elektronik Kemiskinan Ekstrim dan Stunting).

“E-Keriting melengkapi upaya intervensi Pemprov Papua Barat dalam menangani stunting agar lebih tepat sasaran,” kata Philmona.

Hasil SKI 2023 berdasarkan laporan Menteri Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,5 persen. Apabila dibandingkan dengan angka stunting Indonesia tahun 2022 yakni 21,6 persen, maka terjadi penurunan sebesar 0,1 persen.

Jika dilihat sebaran per provinsi, berdasarkan data SKI 2023, terdapat 9 provinsi yang prevalensi di bawah 20 persen, yaitu Sumatera Utara (18,9 persen), D.I. Yogyakarta (18 persen), Jawa Timur (17,7 persen), DKI Jakarta (17,6 persen), Kalimantan Utara (17,4 persen), Kepulauan Riau (16,8 persen), Lampung (14,9 persen), Jambi (13,5 persen), dan Bali (7,2 persen).

Namun demikian masih ada 5 provinsi yang memiliki prevalensi stunting di atas 30 persen yaitu Sulawesi Barat (30,3 persen), Papua Barat Daya  (31 persen), Papua Pegunungan (37,3 persen), Nusa Tenggara Timur (37,9 persen), dan Papua Tengah (39,4 persen). (sem)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.