Lintas Papua

PT Pos Manokwari Salurkan BLT BBM bagi 24.600 KPM

MANOKWARI – PT Pos Indonesia Manokwari menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) kepada 24.600 KPM (keluarga penerima manfaat) di Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan.

Kepala PT Pos Indonesia cabang Manokwari, Johannes Kesaulija mengatakan penyaluran BLT BMM sudah dimulai sejak Kamis (15/9/2022) lalu. Sampai dengan Senin (19/9/2022) realisasi penyaluran BLT BBM itu mencapai 13 persen. Masih ada 21.000 KPM yang belum tersalurkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kantor-kantor cabang untuk percepatan penyaluran BLT BBM,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa penyaluran BLT BBM di Manokwari masih tersisa 10.000 KPM dari total keseluruhan 11.443 KPM. “Manokwari masih banyak yang belum tersalurkan,” kata dia.

Johannes mengakui, proses penyaluran BLT BBM ini terkendala waktu yang sangat sempit dari Kementerian Sosial.

“Kaami diberikan batas waktu dan kami melihat ternyata medan di wilayah PT Pos Manokwari cukup sulit untuk dijangkau,” katanya.

Adapun Kemeterian Sosial menargetkan tahap pertama penyaluran BLT BMM adalah14 hari kerja. Namun lantaran ada penarikan data dari kementerian untuk wilayah Papua dan Papua Barat, akibatnya penyalurannya pun mundur dan baru dimulai pada Kamis (15/9) lalu.

”Presiden melaunching BLT BMM di Sentani, Jayapura, namun setelah launching data semua ditarik. Tidak tahu alasannya, apakah dari kuota penambahan oleh kementerian atau bagaimana. Dan baru turun dari pekan lalu,” terangnya.

Johannes mengungkapkan bahwa nama penerima bantuan BLT BBM ada juga yang namanya masuk dalam penerima bantuan sembako, sehingga penerima yang telah mendapat bantuan sembako hanya mendapat bantuan BLT BBM sebesar Rp300 ribu. Sedangkan mereka yang nama terdaftar  sebagai penerima BLT BBM mendapat Rp500 ribu dengan rincian Rp300 ribu untuk BLT BBM dan Rp200 ribu untuk bantuan sembako.

“Banyak masyarakat yang mempertanyakan hal tersebut, namun setelah diberikan penjelasan terkait hal tersebut, masyarakat bisa menerimanya,” ungkapnya.

Ia mengakui belum mengetahui pasti terkait BLT BBM karena masih ada penambahan-penambahan nama dari kementerian sosial ke PT Pos Indonesia. “Ini dari mulai kita data BLT tahap satu hingga ada susulan sampai ke empat,” terangnya.

Pada prinsipnya, PT Pos menerima data dari Kementerian Sosial dan kemudian mencocokkan data itu berdasarkan NIK KTP.

“Kami punya data itu by name by address. Kita sudah salurkan ke tiap distrik dan dilakukan penempelan di masing-masing distrik. Jadi PT Pos hanya menerima data dari kementerian,” pungkasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.