Lintas Papua

PWI Kecam Ancaman Pembunuhan dan Pembakaran di Kantor Teropong News

MANOKWARI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat mengecam keras ancaman pembunuhan dan pembakaran oleh sekelompok massa di kantor Redaksi Teropong News, Kota Sorong, Senin (13/3/2023).

“Kekerasan dan aksi pengancaman terhadap wartawan tidak diperkenankan. Ini adalah upaya mematikan kebebasan pers,” kata Ketua PWI Papua Barat, Bustam dalam keterangannya, Selasa (14/3/2023).

Menurut Bustam, setiap wartawan yang memiliki legalitas yang jelas dalam bekerja ataupun menjalankan tugas liputan dilindungi Undang-Undang No 40 Tahun 1999 Tetang Pers. Karena itu setiap ancaman terhadap kerja-kerja jurnalistik adalah pelanggaran terhadap Undang-undang.

“Profesi wartawan dijamin UU No. 40 tahun 1999 Tentang Pers. Tidak saja dijamin, tetapi mendapat perlindungan hukum saat menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.

Bustam berharap kepolisian segera memproses laporan pengancaman terhadap Teropong News. Menurutnya, ancaman terhadap Teropong News adalah ancaman bagi pers secara umum. Tindakan ini harus direspons aparat, agar tidak terjadi tindakan yang lebih membahayakan keselamatan para pekerja pers.

“Kami minta polisi mengusut dan memproses hukum pelaku pengancaman tersebut hingga tuntas,” ucapnya.

Ia juga mendukung praktik jurnalisme investigatif untuk membongkar berbagai kasus dengan mengedepankan fakta.

Terpisah, Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Sorong pun angkat bicara mengecam aksi premanisme sekelompok massa di kantor Redaksi Teropong News, kemarin.

Ketua DPC Peradi Sorong M. Yasin Djamaludin menegaskan, tindakan premanisme seperti itu tidak dibenarkan dalam negara hukum ini. Apalagi itu ditujukan kepada pekerja pers yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kami mengecam tindakan kekerasan berupa pengancaman pembunuhan wartawan serta pembakaran kantor redaksi teropongnews,com. Kami minta Polresta Sorong Kota menindak tegas semua pelaku termasuk aktor Intelektualnya,” tegas Yasin Djamaludin dalam keterangan, Selasa (14/3/2023).

Berdasarkan kronologi yang didapatkan Teropong News, aksi pengancaman pembunuhan jurnalis dan pembakaran kantor media tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Kejadian ini bermula dengan kedatangan dua truk yang mengangkut massa yang belum diketahui asalnya tiba di kantor Redaksi Teropong News.

Massa langsung mengeluarkan ancaman akan membakar kantor Radaksi Teropong News dan membunuh para karyawan yang saat itu berada di kantor.

Mereka menuntut Teropong News untuk menghapus semua pemberitaan-pemberitaan terkait kasus ilegal logging di Kabupaten Sorong.

Pemimpin Redaksi Teropong News Imam Mucholik menyatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menduga adanya upaya penghasutan kepada masyarakat yang mendatangi Kantor Teropong News. Sebab, pemberitaan terkait illegal logging sama sekali tidak menyerang atau mempublikasikan kegiatan masyarakat. (SEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.