PWI Papua Barat Laporkan 2 Akun FB Diduga Cemarkan Profesi Jurnalis

MANOKWARI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat melalui Bidang Advokasi PWI PB melaporkan dua akun facebook yang diduga melakukan pencemaran nama baik profesi wartawan di Polres Manokwari, Selasa (21/6/2022). Kedua akun tersebut masing-masing atas nama Ari Koesmiadi dan Vera Sinaga.

Akun facebook Ari Koesmiadi dilaporkan karena postingannya bisa  berpotensi merusak nama baik profesi wartawan dan akun facebook Vera Sinaga dilaporkan karena komentarnya menanggapi postingan di akun Ari Koesmiadi yang berbunyi ‘ya dong kejar berita yg ada amplop jg jadi‘. Komentar ini dinilai sudah mencemarkan profesi wartawan.

Akun Ari Koesmiadi juga merupakan pemilik dari salah satu production house (PH) di Manokwari sedangkan akun Vera Sinaga merupakan penyiar di RRI.

Wakil Koordinator Advokasi PWI Papua Barat, Nico Patipawae mengatakan PWI PB hari ini (kemarin, red) memasukkan laporan ke Polres Manokwari terkait pencemaran nama baik yang telah dilakukan oleh alun Ari Koesmiadi yang kemudian di komentari oleh akun Vera Sinaga di media sosial facebook pekan lalu.

Ia menyebutkan laporan yang dimasukkan ke pihak kepolisian dapat segera ditindak lanjuti minimal memanggil yang bersangkutan untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari postingan tersebut.

“Kalau memang tidak senang dengan kami (media massa) berbicaralah baik-baik. Dan Mereka juga bagian dari media,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Papua Barat, Bustam mengatakan kejelasan dari dugaan pencemaran nama baik profesi wartawan belum memberikan kepuasaan dari rekan-rekan wartawan. Sehingga Rekan-rekan wartawan meminta di buat laporan polisi untuk melihat titik terang dari kedua akun tersebut.

“Ini bukan pertama kali ada postingan di sosial media yang menyudutkan profesi wartawan. Kalau memang ada tendensi dengan salah satu wartawan, saya pikir itu masalah personal, tetapi jika disamaratakan rekan-rekan wartawan yang lain pasti akan tersinggung,” ujarnya.

Bustam menjelaskan di media sosial juga ada aturannya yakni UU ITE. Pihaknya menunggu agar yang bersangkutan di panggil supaya ada pertanggung jawaban terkait pernyataan dan alasan-alasan dari postingan dan komentar kedua akun facebook tersebut.

“Pemilik akun Ari Koesmiadi sempat bertemu dan apa yang disampaikan merupakan kritikan, namun saya menilai itu (media sosial, red) bukan tempat yang tepat untuk melayangkan kritikan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa profesi wartawan bukan anti kritik dan hal tersebut merupakan masukan buat wartawan tetapi harus dikemas dalam forum yang tepat bukan di media sosial.

“Kami menganggap apa yang di unggah dan ditanggapi komentar di postingan facebook tersebut merupakan bentuk pencemaran nama baik profesi wartawan, karena bisa menggiring opini untuk tidak percaya terhadap profesi wartawan,” tuturnya.

“Presiden RI saja manjadikan media massa sebagai tolok ukur sebab banyak Hoax yang tersebar di media sosial,” imbuhnya. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: