Lintas Papua

Remisi Jadi Kado Kemerdekaan bagi 813 Narapidana di Papua Barat

MANOKWARI – Sebanyak 813 narapidana di Papua Barat mendapatkan pengurangan hukuman atau remisi pada Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, 16 narapidana langsung bebas. Mereka pun bersyukur atas kado kemerdekaan itu dan menyatakan siap kembali hidup dengan benar di tengah keluarga dan masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Papua Barat Taufiqurrakhman, menyampaikan secara keseluruhan ada 813 narapidana di Papua Barat yang menerima remisi umum 17 Agustus 2022. Dari jumlah tersebut, 16 narapidana langsung bebas karena telah selesai menjalani masa pidana.

”Remisi umum ini hanya diberikan kepada mereka yang memenuhi syarat. Jadi, remisi tidak diberikan kepada narapidana yang melanggar aturan, seperti melarikan diri ataupun mengedarkan narkoba,” katanya.

Menurut Taufiqurrakhman, pemberian remisi dibagi menjadi dua, yakni Remisi Umum I yang mengurangi masa menjalani pidana dan Remisi Umum II yang juga mengurangi masa pidana sekaligus memperoleh kebebasan.

”Besaran remisi yang diberikan mulai dari satu hingga enam bulan sesuai ketentuan dan masa menjalani pidana,” ujarnya.

Adapun penerima remisi umum I di Papua Barat secara rinci sebanyak 73 orang di Lapas Kelas II B Fak-fak, 225 orang di Lapas Kelas II B Manokwari, 337 orang di Lapas Kelas II B Sorong, 50 orang di Lapas Kelas III Kaimana, 27 orang di Lapas Kelas III Teminabuan, 17 orang di Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, 5 orang di LPKA Kelas II Manokwari dan 63 orang di Rutan Kelas II B Bintuni.

Penerima remisi umum II di Papua Barat secara rinci sebanyak 3 orang di Lapas Kelas II B Fak-fak, 3 orang di Lapas Kelas II B Manokwari, dan 10 orang di Lapas Kelas II B Sorong.

“Jumlah warga binaan se-Papua Barat per tanggal 17 Agustus 2022 mencapai 1.304 orang dengan rincian 1.016 orang berstatus nara pidana dan 288 orang tahanan,” sebut Taufiqurrakhman.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menyerahkan secara simbolis surat keputusan remisi kepada empat perwakilan narapidana di Lapas Kelas II B Manokwari.

Waterpauw mengingatkan para narapidana se-Papua Barat untuk mengisi kehidupan dengan lebih baik dengan optimisme untuk menyongsong hidup ke depan usai mendapatkan remisi.

“Saya harap narapidana yang mendapatkan remisi nanti jika kembali ke masyarakat bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Yang sudah berlalu, biarkan berlalu,” pesan Waterpauw. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.