Lintas Papua

Sanksi bagi Angkutan Pelanggar Aturan Diperketat

KAIMANA – Penjatuhan sanksi pembekuan atau pencabutan ijin operasional bagi angkutan umum, roda dua dan roda empat, pelanggar ketentuan pengoperasian semestinya ditempuh agar pelanggaran serupa tak terulang.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kaimana, Habel Egana, mengatakan akan memperketat aturan untuk melarang operasi kendaraan yang tidak patuh pada hibauan petugas terkait dengan muatan atau ukuran.

“Delapan hari lagi sudah masuki Lebaran, sebab itu kami ingin memastikan kondisi kendaraan yang melayani arus mudik dalam kondisi laik jalan. Hal itu penting untuk meningkatkan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” kata Habel Egana saat meninjau kesiapan angkutan umum menghadapi arus mudik bersama Satlantas Polres Kaimana, di Terminal Krooy, Kamis (13/4/2023)

Habel menuturkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap sebagian besar angkutan umum trayek Terminal Krooy-Kampung Tanggromi.

“Pemeriksaan dimulai dari dokumen kendaraan, kelengkapan kendaraan yang terdiri dari beberapa unsur teknis utama berupa sistem penerangan, sistem pengereman, kondisi kaca depan, ban muka dan ban belakang,” papar dia.

Selain dokumen dan kelengkapan teknis utama, kata Habel, juga telah diteliti unsur teknis penunjang kendaraan seperti pengukur kecepatan, sistem penerangan, spion, wiper, klakson, kapasitas tempat duduk, dan perlengkapan kendaraan.

“Semua wajib diperiksa, tak boleh ada yang terlewatkan. Kami harus memastikan kendaraan laik untuk jalan,” ujarnya.

Adapun aturan mengenai layak tidaknya kendaraan beroperasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar aturan dalam undang-undang itu akan diberi sanksi berupa pidana penjara atau denda.

Kasat Lantas Polres Kaimana, AKP Yosias Tahuhey, mengatakan, kepolisian hanya memberi dukungan kepada Dinas Perhubungan, untuk membantu melaksanakan pengecekan kendaraan, untuk memastikan semua angkutan umum siap melayani warga yang hendak mudik.

“Dengan kondisi kendaraan layak jalan, kami berharap selama perjalanan tidak ada kendala. Itu penting untuk mencegah terjadi kecelakaan,” ujarnya. (LAU)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.