Satnarkoba Manokwari Bekuk Satu Bandar Sabu

MANOKWARI – Awal tahun 2022, Satuan Narkoba Kepolisian Resor Manokwari berhasil membekuk satu bandar sabu-sabu berinisial T alias Jemmy (36).

Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Winjaya mengatakan, sabu-sabu yang diamankan dari tangan tersangka sebanyak 3,42 gram. Selain mengedarkan, tersangka juga mengkonsumsi sabu-sabu untuk meningkatkan stamina ketika bekerja.

“Dia juga menggunakan (Sabu, red) hasil tes urine positif,” kata Kapolres saat menggelar konferensi pers di Ruang Data Mapolres, Selasa (18/1/2022).

Sabu itu, sambung Kapolres, dibeli tersangka dari salah seorang bandar di Makassar berinisial R seharga Rp2 juta.

Kemudian, tersangka menjual kembali untuk memperoleh keuntungan lebih. Per gram sabu yang diperdagangkan di Manokwari dengan harga Rp2,8 juta sampai Rp3 juta.

“Dijual dalam kemasan paket hemat,” jelas Dadang.

Ia menuturkan, sabu yang dikirim dari Makassar ke Manokwari menggunakan salah satu ekspedisi. Informasi tersebut, diterima oleh Tim Satnarkoba pada 10 Januari 2022. Setelah melakukan pemantauan, tim akhirnya menangkap tersangka pada 11 Januari 2022 sekitar pukul 12.30 WIT.

“Tersangka ditangkap ketika mau ambil paket kiriman itu di tempat ekspedisi,” tutur dia.

“Barang bukti itu dimasukkan ke dalam bonek baru dikirim ke Manokwari,” ucap Kapolres menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Kasat Narkoba Polres Manokwari IPTU Masudi menerangkan, tersangka sudah dua kali menjalankan bisnis haram tersebut. Pihaknya sempat mengendus adanya transaksi jual beli narkoba yang dilakukan tersangka pertama kali, namun tersangka berhasil lolos. “Kedua kali ini-lah tersangka bisa kami amankan,” terang Masudi.

Ia menjelaskan, tersangka mendapatkan informasi bahwa harga jual sabu-sabu di Manokwari sangat mahal. Sehingga, tersangka nekat menjual sabu-sabu tersebut kepada konsumen yang notabene adalah teman-teman tersangka.

Tersangka mengaku telah meraup keuntungan dari penjual sabu 1 gram mencapai Rp1 juta.

“Ada juga paket hemat. Jadi barang datang, tersangka pecah-pecah. Ada paket Rp300 ribu, Rp500 ribu sampai Rp1 juta,” ucap Masudi.

Selain barang bukti sabu, Tim Satnarkoba juga mengamankan satu bonek yang dipakai untuk menyimpan sabu, satu plastik bening, satu lembar resi pengiriman, dan satu handphone. Atas tindakan itu, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 huruf a.

“Hukuman penjara di atas lima tahun,” tutur Kasat Narkoba.

Tersangka T alias Jemmy mengaku terlibat dalam bisnis sabu-sabu lantaran masalah perekonomian keluarga. Hasil penjualan sabu-sabu dikirim untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan empat orang anak.

“Anak dan istri tinggal di kampung (Sulawesi Selatan). Saya pekerja swasta di Manokwari,” pungkas dia.

Sebagai informasi, tersangka T saat ini telah ditahan di Rutan Mapolres Manokwari untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: