Lintas Papua

Surveyor Indonesia Gandeng Kitong Bisa Redam Gizi Buruk di Papua

MANOKWARI – PT Surveyor Indonesia (PTSI) memberikan mandat penanganan gizi buruk di Papua kepada Kitong Bisa Foundation (KBF) melalui Program Ketahanan Pangan di tiga Kitong Bisa Learning Center (KBLC).  Direncanakan program diperluas hingga sepuluh KBLC dengan total 300 anak didik terlibat di dalamnya.

Rosmanidar Zulkifli, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PTSI mengatakan, program tersebut serentak diterapkan di KBLC Timika, KBLC Sorong, dan KBLC Yapen, 24 Januari hingga 6 Februari 2023. “Program ketahanan pangan adalah intervensi terbaik di Papua, kami bangga bisa bekerja sama dengan Kitong Bisa dalam program ketahanan pangan dan pemberian makanan tambahan ini. Harapannya semoga dapat bermanfaat banyak dan mengatasi gizi buruk,” katanya, dalam keterangannya yang diterima Papua Barat News, Rabu (25/1/2023).

Risa Maulegi Suryana, Program Pendidikan KBF, mengatakan, program akan melibatkan 12 tenaga pengajar dan seratusan siswa dari tiga KBLC serta pihak eksternal yang melatih yakni Aulia Rahman dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia serta Lina Shabrina (konselor gizi).

Anak didik KBLC, umumnya berusia 6-14 tahun, akan ikut serial kegiatan. Antara lain, praktik penanaman bibit di KBLC, pemberian makanan ke warga belajar dengan konsep Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan, edukasi terkait gizi anak, dan praktik timbang untuk anak di KBLC.

Sementara Billy Mambrasar, Staff Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Pembangunan Daerah Terluar, yang turut hadir dalam acara itu mengungkapkan, apresiasinya kepada PTSI dan KBF yang memiliki kepedulian pada sektor ketahanan pangan yang tengah memiliki isu global.

“Kami apresiasi seluruh pihak atas keterlibatan dalam acara ini. PT Surveyor Indonesia telah nyata membangun Indonesia Timur serta KBF terus menjadi mitra resmi pembangunan Bappenas. Dengan kegiatan ini, KBF makin siap jadi mitra pembangunan Indonesia bidang pangan dan lingkungan hidup,” katanya.

Billy melanjutkan, pihaknya juga mengapresiasi PTSI sebagai BUMN pertama di Tanah Air yang mendorong kemitraan kota dalam mencapai target SDGs dengan menggandeng KBF sebagai salah satu NGO terkemuka di Indonesia.

Sedangkan Jouhannes FH Faidiban, CEO KBF, mengatakan, pihaknya pun sama bangga atas kepercayaan mandat dari salah satu BUMN terbaik di Tanah Air tersebut. Hal ini mendorong keteguhan pihaknya yang sudah belasan tahun menggeluti pendidikan non formal di Papua.

Saat ini, kata dia, KBLC selain punya 9 KBLC di Papua, juga satu lokasi di Jakarta setelah KBF pertama didirikan tahun 2009 lalu. Selain itu, KBF saat ini pun menjadi mitra pemerintah dalam percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

“Isu ketahanan pangan menjadi isu mendasar dalam peningkatan IPM di sebuah provinsi, dengan salah satu indikator IPM adalah kesehatan. Tanpa ketahanan pangan terutama untuk anak-anak usia sekolah, maka timbul berbagai permasalahan seperti stunting dan gizi buruk yang menghambat proses pendidikan,” katanya.

Karena itu, pihaknya berterima kasih dengan kepedulian PTSI untuk isu ketahanan pangan, dan berharap kerjasama terus berlanjut seiring KBF semakin bertumbuh dan memperluas wilayah jangkauan. Direncanakan, PTSI pada Maret nanti akan kembali menggandeng KBF untuk carbon trading.

“Kemitraan KBF dan PT Surveyor Indonesia akan terus diperluas guna menciptakan dampak lebih luas dan turut serta membangun negeri. Terima kasih PT Surveyor Indonesia,” tambahnya. (SEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.