Lintas Papua

Tersangka Korupsi Bulog Papua-Papua Barat Ditahan

MANOKWARI – Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kamis (13/10/2022) menahan Martha Mulu, staf Administrasi dan Keuangan di Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat usai diperiksa lebih dari 9 jam.

Usai menjalani pemeriksaan ia langsung digiring menggunakan mobil tahanan kejaksaan ke Lapas Manokwari.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Juniman Hutagaol menyebutkan, Martha ditahan lantaran diduga terjerat kasus korupsi penjualan beras Bulog yang merugikan negara Rp14,9 miliar.

“MM diduga melakukan penyalahgunaan hasil penjualan beras Bulog di Sorong Selatan dan Maybrat sejak Tahun 2011 hingga tahun 2019,” kata Juniman.

Juniman menjelaskan, uang hasil penjualan beras itu digunakan sendiri oleh tersangka Martha. Penyidik Kejaksaan juga tengah mengembangkan kasus ini untuk menelisik adanya dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka.

“Ada itikad baik dari Bulog pusat untuk menyelesaikan secara internal, tetapi karena tidak ada penyelesaian, maka diserahkan kepada kejaksaan,” ujarnya.

Perkara dugaan tindak pidana korupsi itu merugikan negara Rp.14.999.269.756. Martha sendiri dititipkan sementara di Lapas Perempuan dan anak, setelah ditetapkan menjadi tersangka.

“Tersangka kami lakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Kami titip di Lapas Manokwari,” ujarnya.

Martha dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.