Lintas Papua

Tiga Kabupaten Ini Belum Miliki Dokter Spesialis Penyakit Dalam

SORONG – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengungkapkan, tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya belum memiliki dokter spesialis penyakit dalam.

Tiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Pegunungan Arfak.

“Ada tiga kabupaten yang ada di wilayah Provinisi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya belum memiliki dokter spesialis penyakit dalam,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Papua Barat dr. Felix Duwit saat Pelantikan Pengurus (PAPDI) cabang Papua Barat Periode 2022-2025 di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (9/9/2023).

Adapun jumlah anggota dokter spesialis penyakit dalam anggota PAPDI berjumlah 22 orang. Mereka tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya.

Selain menyoroti keberadaan dokter spesialis penyakit dalam, PAPDI mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya menyiapkan fasilitas pelayanan penyakit dalam, tumor terpadu, jantung intervensi, dan stroke centre.

“Pelayanan di bidang penyakit dalam ini kalau bisa kita selesaikan di Papua Barat dan Papua Barat Daya, tidak perlu kita rujuk, di sini ada hadir Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya wakili Bapak Gubernur ini pesan dari kami PAPDI,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Papua Barat Daya Naomi Netty Howay menjelaskan, pihaknya tidak bisa melakukan banyak intervensi.

“Dinas Kesehatan Provinsi tidak bisa mengintervensi, karena rumah sakit kabupaten kota itu miliknya Pemerintah Daerah,” kata dia.

“Kita dibatasi dengan tugas tanggung jawab wewenang dari Dinas Kesehatan Provinisi Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan peraturan Pemerintah Nomor 106 jadi tidak bisa berbuat banyak kecuali ada Rumah Sakit Provinsi sendiri,” lanjut Naomi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kesehatan menyatakan telah menyiapkan kuota beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi 20 orang. Program tersebut bagian dari upaya menjawab kekurangan dokter spesialis di Papua Barat.

“Kalau tiap tahun terpenuhi 20 dokter spesialis yang kita biayai serta dari kabupaten sumbang 4 (dokter spesialis yang dibiayai pemkab), saya yakin 5 tahun ke depan, kebutuhan dokter spesialis di Papua Barat terpenuhi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan di Manokwari.

Otto juga mengakui, selama ini pelayanan dokter spesialis masih tersentralisasi di Pulau Jawa dan daerah lain di Indonesia. Imbasnya, masyarakat di Papua Barat kekurangan dokter spesialis dan mesti dirujuk ke luar daerah yang membuat biaya pengobatan membengkak.

Program beasiswa dokter spesialis telah lama dijalankan Pemprov Papua Barat melalui Dinas Kesehatan, ucapnya, sebagai solusi dari permasalahan itu.

Otto menyebut, di antara dokter spesialis yang dibiayai Pemprov Papua Barat, ada dr. Alwan Rimosan, SpB (spesialis bedah) yang saat ini menjabat direktur RSUD Manokwari.

“Pastinya melalui proses seleksi yang ketat, harus memenuhi sejumlah kriteria,” kata Otto Parorongan. (MAR)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.