Lintas Papua

Unipa Gandeng USAID Kolaborasi Sosialisasikan Program Magang Integrasi

MANOKWARI – Universitas Papua (Unipa) menggandeng USAID Kolaborasi menyosialisasikan program magang yang terintegrasi dengan sejumlah kementerian/lembaga di Indonesia bagi mahasiswa Unipa.

Wakil Rektor I Unipa Sepus M Fatem mengatakan program magang lintas kementerian akan meningkatkan kapasitas dan kemampuan dari mahasiswa yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Jumlah mahasiswa yang mengikuti program magang USAID Kolaborasi sebanyak sepuluh orang dengan memprioritaskan mahasiswa asli Papua.

“Nanti kita laksanakan seleksi dengan beberapa kriteria,” kata Fatem di Manokwari, Jumat (19/5/2023)

Ia menjelaskan sepuluh mahasiswa yang lolos seleksi nantinya menjalani program magang pada kampung asimetris di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama proses magang, mahasiswa mempelajari tentang instrumen dan kebijakan pembangunan daerah otonomi khusus (Otsus).

“Melalui teori dan praktek selama magang, kita siapkan mereka menjadi pemimpin masa depan,” jelas Fatem.

Dirinya berharap program magang USAID Kolaborasi berkelanjutan hingga tahun-tahun mendatang demi mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Papua yang berkualitas.

Oleh sebabnya, Unipa memberikan dukungan penuh melalui penyusunan regulasi Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) agar tidak menghambat perkuliahan mahasiswa.

“Misalnya mahasiswa semester 5 atau 7 yang magang, maka rekognisi mata kuliah 20 SKS akan kita lakukan,” jelas dia.

Ia menilai program magang terintegrasi dengan kementerian/lembaga merupakan bagian dari investasi SDM Papua untuk puluhan tahun mendatang.

Program magang terintegrasi membentuk karakter generasi muda Papua menjadi pemimpin yang berkompeten dan andal di masa depan.

“Mereka bisa memahami perencanaan yang baik, termasuk manajamen waktu dan problem solving,” tutur Fatem.

Ia mengapresiasi USAID Kolaborasi yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Unipa dalam mengikuti program magang terintegrasi.

Program magang itu perlu diadopsi lembaga lainnya, sehingga upaya mewujudkan SDM Papua berkualitas tercapai sesuai ekspektasi.

“Ini kesempatan pertama bagi mahasiswa Unipa. Kami sangat berterima kasih,” ujar Fatem.

Program Manajer USAID Kolaborasi dari Kitong Bisa Pdt Andreas Serhalawan, menerangkan program magang dilaksanakan selama tiga bulan terdiri dari dua bulan magang pada kementerian/lembaga, dan satu bulan praktek di kampung asimetris Yogyakarta.

Ada tiga kementerian menjadi tujuan magang yaitu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PTT).

“Mahasiswa belajar soal tata kelola pemerintahan berskala makro, dan implementasinya bisa dilihat di enam kampung asimetris,” jelas dia.

Ia menjelaskan tujuan pelaksanaan program magang terintegrasi yakni mahasiswa menjadi agen perubahan ketika menyelesaikan pendidikan pada perguruan tinggi.

Untuk itu, maka program magang terintegrasi lebih memprioritaskan mahasiswa asli Papua.

“Supaya implementasi Otsus Papua bisa lebih maksimal mulai dari perencanaan hingga penganggaran program,” ujar Andreas.

Program magang terintegrasi, kata dia, diselaraskan dengan aturan kampus supaya pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

“Pembiayaan selama magang sepenuhnya ditanggung oleh USAID Kolaborasi,” ucap Andreas. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.