Unipa Menuju Perguruan Tinggi Unggul

MANOKWARI – Universitas Papua (Unipa) menuju perguruan tinggi unggul, salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan tata kelola akademik yaitu dengan lokakarya pengembangan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bermuatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sepus M Fatem mengatakan lokakarya menjadi media sharing dan diskusi untuk pembobotan dokumen kurikulum Unipa, karena perguruan tinggi di seluruh Indonesia saat ini diharuskan untuk melakukan adaptasi terhadap tuntutan pembangunan kebutuhan digitalisasi industri dan juga pasar kerja.

“Jadi kampus sudah tidak bisa menutup diri lagi dengan kebutuhan pembangunan, kebutuhan pasar dunia kerja dan sebagainya, sehingga kita lakukan lokakarya untuk memberikan kesempatan kepada para mitra alumni pengguna untuk memberikan pembobotan terhadap kurikulum kita,” ujarnya di Manokwari, Selasa (21/6/2022).

Ia menjelaskan kurikulum yang akan digunakan memproduksi lulusan dari perguruan tinggi itu merupakan kurikulum yang juga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja, dunia industri dan digitalisasi revolusi industri saat ini.

“Kita punya satu mimpi besar bahwa, ketika Unipa saat ini menyelesaikan akreditasi institusi dan kita berharap untuk merebut angka atau predikat baik sekali. Sehingga 5 tahun atau 10 tahun ke depan itu, kita sudah siap masuk pada suatu predikat unggul. Sehingga sistemnya perlu di set-up dari sekarang, dari sisi akademik melalui kurikulum,” jelasnya.

Di samping itu, dari sisi tugas-tugas administrasi keuangan, pengembangan SDM, sarana prasarana juga akan dikerjakan. Sehingga secara bertahap akan melakukan penataan dan persiapan guna pengembangan perguruan tinggi yang lebih baik dan mampu berdaya saing dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Menurutnya, Unipa saat ini sudah sangat siap untuk mempersiapkan diri dengan sejumlah kebijakan regulasi. Sebab Unipa telah mempunyai sumber daya manusia yang sangat luar biasa.

“Ada Guru Besar, ada Doktor juga ada Pusat-pusat studi, Unit Pelaksana Teknis, kemudian lembaga-lembaga yang mampu memberikan layanan dan dukungan dalam rangka pengembangan Unipa,” ucap Sepus.

Tidak hanya itu,  mitra Unipa yakni beberapa perguruan tinggi di luar negeri maupun di luar Papua dan juga lembaga-lembaga, pelaku bisnis seperti perbankan, industri migas seperti BP dan Freeport yang sebenarnya sudah siap memberikan dukungan terhadap pengembangan Unipa kedepan. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: