Lintas Papua

Wahidin Puarada Ingin Papua Barat Keluar dari Kemiskinan

MANOKWARI — Bakal calon gubernur Papua Barat Wahidin Puarada berkeinginan untuk membawa Provinsi Papua Barat keluar dari kemiskinan dan menempatkan Papua Barat di tempat terhormat.

Wahidin mengatakan provinsi yang berada di wilayah kepala burung itu saat ini masih dinobatkan sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia, bersama dengan Provinsi Papua dan Papua Barat Daya. Menurut dia, hal tersebut merupakan catatan yang kurang baik.

“Ini jadi beban dan kita harus malu. Kita boleh bicara besar tapi kita provinsi termiskin. Hal ini berarti ada yang salah,” kata Wahidin dalam keterangan resmi yang diterima di Manokwari, Sabtu (11/5/2024).

Meskipun begitu, dia meyakini Papua Barat bisa keluar dari keadaan tersebut. Bupati Fakfak dua periode (2000-2010) itu menegaskan Papua Barat harus jauh lebih baik dan untuk bisa dinikmati oleh seluruh orang, bukan hanya sebagian orang saja.

Saat menjabat sebagai Bupati Fakfak, Wahidin pernah menorehkan prestasi hebat, yaitu membawa daerah dengan julukan ‘Kota Pala’ sebagai satu-satunya kabupaten di tanah Papua keluar dari “predikat” kabupaten termiskin.

Menurut tokoh muslim Papua ini, ada faktor “salah urus” dari sisi pengelolaan keuangan daerah. Padahal APBD, baik di provinsi maupun kabupaten, nilainya mencapai triliunan rupiah.

“Katakan di provinsi ada sekitar 5 sampai 7 triliun rupiah, sementara setiap kabupaten bisa mencapai satu triliun rupiah. Ini berarti ada anggaran sebanyak 12 sampai 14 triliun rupiah,” ujarnya.

Dia menyebut, kondisi fiskal daerah yang sedemikian besar itu justru berbanding terbalik dengan kemiskinan yang dialami masyarakat di kampung-kampung dan Kelurahan. Hal itu kata dia, belum menunjukkan adanya perubahan.

“Kita bisa mengasumsikan bahwa ada kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Sebab itu, kita perlu mereviuw apakah pengeloaan keuangan selama ini sudah baik atau belum? Kemudian hal yang paling penting adalah pendekatan pembangunan,” jelasnya.

Untuk itu, menurut pria yang disapa WP, daerah-daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam harus membuat masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan.

“Kesejahteraan itu harus dirasakan dimana pun dan oleh siapa pun. Apakah mereka yang tinggal di kampung-kampung atau di kota-kota,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan harus dimulai dari rakyat. Rakyat adalah subyek pembangunan. Sebagai subyek pembangunan, lanjut WP, masyarakat harus dibuat mengerti dan terlibat dalam pembangunan.

“Kami sudah melakukan itu di Fakfak sepanjang 2000-2008, Fakfak menjadi satu-satunya kabupaten di tanah Papua yang bisa lepas dari jerat sebagai kabupaten termiskin,” kata dia.

“Insya Allah niat kami dan doa dari masyarakat. Yang terpenting ada keinginan untuk membawa Papua Barat keluar dari predikat provinsi termiskin, pada tahun 2029”.

Adapun Wahidin telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur Papua Barat pada Pilkada Serentak 2024 di sejumlah partai politik. Namun hingga saat ini, dia masih merahasiakan figur bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi dirinya.

“Saya akan menyampaikan ke masyarakat di saat yang tepat,” pungkas Wahidin Puarada. (sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.