Lintas Papua

Wapres Amin akan Berkantor di Papua 4 September

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin akan kembali melakukan kunjungan kerja ke Papua pada 4 September mendatang. Dalam kunjungan selama tiga hari itu, Wapres juga akan berkantor dan mendengarkan berbagai keluhan pelaksana tugas gubernur di tanah Papua.

Sebelum ini, setidaknya Wapres Amin sudah dua kali melakukan kunjungan kerja ke tanah Papua. Pada 28 November sampai 3 Desember 2022, Wapres mengunjungi empat provinsi, yakni Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat. Adapun pada 11-17 Juli 2023, Wapres mengunjungi tiga provinsi, yaitu Papua Tengah, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Wapres Amin, Masduki Baidlowi, Jumat (18/8/2023) lalu. Dia juga mengatakan bahwa Wapres Amin berencana berkantor di Papua bersama sejumlah menteri. Beberapa menteri yang akan hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, serta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Dalam kesempatan itu akan diselenggarakan rapat lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah. Masduki menjelaskan, rapat dalam kunjungan ini akan mendengarkan berbagai keluhan pelaksana tugas gubernur di tanah Papua.

”Seperti contoh ketika berkunjung ke Sorong (16 Juli 2023 lalu), Gubernur (Papua Barat Daya) menyampaikan ada masalah mengenai kawasan ekonomi khusus, dan itu saya kira sangat penting untuk diatasi, tetapi hambatannya akan dijelaskan lebih detail dalam rapat oleh pelaksana tugas gubernur,” ujar Masduki.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Wawasan Kebangsaan, Sekretariat Wapres Velix Wanggai menambahkan, konsolidasi dengan enam gubernur di tanah Papua diperlukan untuk percepatan pembangunan. Selain itu, pemerintah ingin memadukan langkah antara pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan terutama untuk wilayah-wilayah yang menjadi perhatian utama, yaitu Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah.

Selain itu, lanjut Velix, Wapres juga akan bertemu dengan para tokoh olahraga, budayawan, dan pegiat kemanusiaan di tanah Papua. ”Terakhir, (Wapres) akan kunjungan ke Biak untuk penanganan sanitasi dan persiapan Sail Cendrawasih,” katanya, menambahkan.

Sebelum shalat Jumat, Menko PMK Muhadjir Effendy juga melaporkan hasil kunjungannya ke Papua terutama untuk memastikan penyaluran bantuan untuk masyarakat di tiga distrik yang mengalami kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, serta meninjau lokasi yang dinilai masih bermasalah dengan keamanan, yakni di Dogiyay, Papua Tengah.

Untuk mengatasi kelaparan di Distrik Agandugume, Lambewi, dan Oneri, Kabupaten Puncak, setidaknya saat ini disiapkan stok pangan di Timika dan bisa disalurkan secara rutin ke Agandugume atau melalui Distrik Sinak. Diakui, pengiriman ke Agandugume sulit karena ketinggian wilayah ini 9.000 kaki dan hanya bisa dicapai dengan pesawat kecil. Selain itu, tidak semua pilot memiliki sertifikat untuk bisa mendarat di sana. Tidak semua maskapai juga membolehkan maskapainya mendarat di wilayah tersebut karena belum ada Polsek ataupun koramil di sana.

Ditanya mengenai daerah mana saja yang akan dikunjungi, Masduki mengelak menjawab. ”Nanti akan ditentukan setelah melakukan rapat bersama dengan Bapak Menko PMK dan Menko Polhukam,” ujarnya.

”Jadi, tiga distrik itu masih betul-betul ndak ada pengamanan. Kemarin, saya sudah koordinasi dengan Pak Pangdam supaya segera dibentuk satuan pengamanan yang statis, yang sifatnya berada di situ,” ujar Muhadjir.

Selain itu, pemerintah sedang membangun gudang pangan di Agandugume. Diharapkan pembangunan ini rampung dalam satu bulan sehingga stok pangan bisa disiapkan di lokasi yang lebih dekat setidaknya untuk kebutuhan selama tiga bulan.

Langkah lainnya adalah memperpanjang salah satu landas pacu (runway), yaitu Bandara Sinak. Perpanjangan landas pacu akan memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Hercules mendarat di sana. Selain mengangkut bahan pangan, material untuk pembangunan insfrastruktur terutama jalan darat yang sekarang belum memadai, bisa dikerjakan. Bandara Sinak juga bisa menjadi pusat penerbangan untuk sebagian besar distrik di Papua Tengah serta Papua Pegunungan.

Sebab, menurut Muhadjir, jalur Trans-Papua yang dibangun tidak melalui Nabire, tetapi melintasi Wamena. Hal ini diusulkan pemerintah setempat dan akan dikaji lebih lanjut. ”Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembicaraan ketika rakor di Wamena nanti,” kata Muhadjir. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.