Lintas Papua

Wapres Minta Alokasi Anggaran di Papua jadi Pembangunan Berwujud Nyata

MERAUKE — Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta alokasi anggaran di tanah Papua transparan dan akuntabel sehingga benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kita ingin anggaran yang sudah diberikan, dialokasikan menjadi sesuatu. Jangan anggaran seperti selama ini, anggaran besar tetapi tidak ada wujudnya di dalam pembangunan,” ucap Wapres saat acara “Tatap Muka dan Dialog Pemerintah dan Masyarakat Provinsi Papua Selatan” di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (4/6/2024).

Wapres mengingatkan bahwa pengalokasian anggaran yang sesuai, yakni untuk keperluan masyarakat menjadi sebuah tantangan.

“Kita ingin sekarang ini ketika anggaran itu keluar, masuk ke sini, ke Papua, ada wujudnya, memang untuk kesejahteraan orang papua. ini yang tantangan kita sekarang begitu,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa hal pertanggungjawaban anggaran melibatkan semua pihak, khususnya bagi jajaran Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP).

“Pertanggungjawabannya, juga saya sebagai pengarah, Menteri Dalam Negeri, termasuk Pj. gubernur, dan bupati semua, ini harus betul-betul bahwa anggaran itu ada wujudnya,” ujar Wapres.

Oleh karena itu, Wapres meminta agar semua pihak, mulai dari Pj. gubernur hingga para bupati mampu menunjukkan dengan jelas hasil dari anggaran yang telah dialokasikan. Menurutnya, jika anggaran otonomi khusus (otsus) sudah ditetapkan, maka hasilnya harus dapat dilihat oleh masyarakat.

“Jangan sampai anggaran itu kemudian dinyatakan bahwa sudah dianggarkan otsus sekian, tetapi wujudnya tidak ada,” kata Wapres.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, Wapres juga menekankan keberadaan dan fungsi pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Oleh karena itu, sekarang ada pengawasannya, BPKP ya ini supaya betul-betul diawasi, ada di Papua Selatan supaya semua anggaran itu ada wujudnya, ada bentuknya, ada pertanggungjawabannya,” katanya.

Sebab menurut Wapres, hal tersebut merupakan tanggung jawab besar kepada masyarakat, bangsa, negara, dan Tuhan. “Ini adalah amanah yang harus kita jalankan,” kata Wapres.

Turut hadir pada acara tersebut, yaitu Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Bupati Boven Digoel Hengky Yaluwo, Bupati Mappi Michael Rooney Gomar, Ketua MRP Provinsi Papua Selatan Damianus Katayu, Bupati Merauke 2000-2005 dan 2005-2010 Johanes Gluba Gebze, Bupati Merauke 2016-2021 Frederikus Gebze, Wakil Bupati Merauke 2000-2005 Benyamin Simatupang, Ketua MUI Papua Selatan Muhammad Jufri Thamrin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Papua Selatan Pastor John Kandam, dan tokoh perempuan Katarina Yaas.

Sementara, Wapres didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, PIh. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Setwapres Suprayoga Hadi, Staf Khusus (Stafsus) Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Stafsus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah serta Stafsus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas. (ant)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.