Waterpauw Berikan Kuliah Umum bagi Mahasiswa di Sorong

SORONG – Deputi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri Paulus Waterpauw dalam kunjungan kerja di Provinsi Papua Barat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa di Sorong, Sabtu (23/4/2022).

Kuliah umum dengan tema ‘Merajut Kebersamaan Membagikan Harmoni Menuju apua Barat Tercinta’ itu digelar di Universitas Muhammadiyah Sorong. Kegiatan dihadiri oleh BEM se-Kota Sorong dan tokoh masyarakat.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong H. Muhammad Ali mengatakan kuliah umum dengan judul materi internalisasi nilai-nilai Pancasila bagi penyelenggara negara guna ketahanan nasional bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa serta tokoh masyarakat di Sorong tentang nilai Pancasila.

Menurut Ali, kegiatan kuliah umum ini pula sebagai salah satu syarat nantinya untuk peningkatan akreditasi Universitas Muhammadiyah Sorong.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Paulus Waterpauw Deputi Badan Nasional Pengelola Perbatasan yang bersedia hadir memberikan materi dalam kegiatan bermanfaat ini,” ujarnya.

Ia berharap materi yang diberikan oleh bapak Paulus Waterpauw dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan tokoh masyarakat yang hadir mengikuti kuliah umum tersebut.

Paulus Waterpauw mengatakan pentingnya nilai Pancasila bagi seorang anak bangsa sebab itu merupakan dasar berpikir pemersatu bangsa.

Dia mengatakan konflik dalam kehidupan bangsa sudah terjadi pasca kemerdekaan, namun Pancasila menjadi perekat pemersatu kehidupan bangsa.

Mantan Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri itu menegaskan  bahwa nilai Pancasila diperlukan bagi penyelenggara negara di Papua untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan kesejahteraan.

Sehubungan Otonomi Khusus di Papua, kata Waterpauw, ada tiga pilar penting penyelenggaraan negara yakni eksekutif pemerintah daerah, legislatif DPRD, dan Majelis Rakyat Papua atau MRP sebagai lembaga kultur orang asli Papua.

Tiga penyelenggaraan negara ini harus memahami dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang diamanatkan oleh undang-undang di negara republik Indonesia.

“Jika penyelenggaraan negara di Papua berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila maka percaya tidak ada permasalahan serta Rakyat adik dan makmur,” tegasnya. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: