Ditanyai Program, Kaban Kesbangpol Naik Pitam

RANSIKI, papuabaratnews.co – Sikap arogan ditunjukan Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Manokwari Selatan, Usman Saleh, kepada awak media.

Kejadian tersebut bermula saat awak media menanyakan program kerja Kesbangpol Mansel saat bertemu Usman Saleh di halaman Kantor Bupati Mansel, Kamis (6/5/2021).

Usman lalu meminta awak media untuk langsung bertemu dengan Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Mansel Irmawan Alfi, dan sama-sama melihat DPA.

Namun, ketika wartawan tengah berbincang dengan Irmawan, Usman Saleh langsung menunjukan arogansinya. “Kalian jangan telanjangi kami,” ucap Usman dengan nada tinggi.

Bahkan Usman menyebut, Bupati Markus Waran yang memiliki wewenang menyampaikan setiap program di daerah. “Kita ini di bawah bupati. Program satu daerah ini bupati yang jelaskan,” celetuk Usman.

Masih dengan nada tinggi, Usman mengaku belum mempelajari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). “Ini DPA masih terbungkus, kita belum bicara,” ucapnya.

Padahal sebelumnya, Sekda Mansel Hengky Tewu menjelaskan, DPA online sudah diberikan sejak awal tahun 2021, dan menjadi dasar pelaksanaan program OPD.

“DPA sudah ada yang online. bisa mulai kerjakan program yang ada dalam DPA online, karena rinciannya tetap sama,” terang Sekda kala itu.

Sekda kemudian mengimbau agar setiap kepala OPD mampu berkoordinasi dengan wartawan. Karena menurut Tewu, masyarakat bisa mengetahui setiap kinerja pemerintahan melalui media masa.

“Media itu bekerja sesuai undang-undang, apalagi soal keterbukaan informasi publik. Jadi sebagai pejabat harus bisa berkordinasi dengan wartawan, sebagai sarana masyarakat melihat kinerja,” ungkap Tewu.

Sikap arogansi Kaban Kesbangpol Mansel ini tak sejalan dengan sikap Bupati Markus Waran soal instruksinya agar setiap OPD membangun koordinasi dengan baik dengan pekerja pers. Waran pada pelaksanaan HPN Februari lalu sempat menyinggung agar setiap program yang direncanakan masing-masing OPD bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pers.

“Kehadiran pers di Mansel harus dimanfaatkan. Karena bisa memberitakan pembangunan daerah. Jadi pimpinan OPD ini juga harus memanfaatkan kehadiran pers,” beber Waran.

“Jurnalis bekerja sesuai kode etik. Jadi apa yang diberitakan pastinya jauh dari hoax,” tegas Waran. (PB24)

 

*Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 7 Mei 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: