Tidak Benar, Tak Ada Pembangunan di Isim

RANSIKI, papuabaratnews.co – Kepala Distrik Isim Agus Iba membantah informasi bahwa tidak ada pembangunan di wilayah yang dipimpinnya itu. Agus menegaskan informasi itu sama sekali tidak benar dan tidak berdasar karena tidak sesuai dengan fakta dan data di lapangan.

“Itu pembohongan publik dari orang yang tidak berpikir secara rasional. Pembangunan suatu wilayah tidak jadi dalam satu malam seperti di negeri dongeng, tapi dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sesuai rencana kerja daerah dan skala prioritas pembangunan daerah,” jelas putra asli Isim pertama menjabat kepala distrik di tempat asalnya sendiri itu.

Agus mengaku bahwa saat ini Distrik Isim secara bertahap telah mengalami perubahan signifikan, meskipun dikategorikan sebagai distrik terjauh dan pernah terisolir.

Misalnya program listrik negara, pasar rakyat, sekolah menengah atas (SMA), pembangunan puskesmas yang saat ini dalam tahap penyelesaian oleh Pemkab Mansel. Menurutnya itu sudah menjadi indikator atau bukti pembangunan sedang dilaksanakan di sana.

“Pemda juga tengah menyelesaikan program air bersih ke rumah warga. Hal itu ditandai dengan pemasangan pipa, pengerjaan bak penampungan induk untuk mengalirkan air ke rumah warga, pembangunan gedung sekolah dan puskesmas,” terang dia.

Jalan utama, yaitu ruas jalan menuju ibu kota distrik juga sudah diperbaiki. Saat ini tahap pengerasan sudah selesai dikerjakan. Kendaraan jenis Avanza dan Pick Up atau sejenisnya sudah bisa melewati ruas jalan itu.

“Sebelumnya hanya bisa dilewati mobil jenis hilux atau mobil dobel garden, karena ruas jalan itu selalu berlumpur, apalagi saat musim hujan,” kata Agus.

Selain itu, jembatan kali tua yang selama ini menghambat akses transportasi juga telah dibongkar dan dibangun baru dengan bentangan baja.

“Ke depan masyarakat tidak mengalami kendala lagi, jika ingin ke ibu kota distrik,” sebut Agus.

Menurut Agus, kemajuan yang sudah terjadi ini yang disebut pembangunan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa mendesak agar semua dibangun dalam satu hari. Kita perlu bersabar dan memberi kesempatan kepada pemerintahan untuk bekerja. Kita boleh berteriak tapi harus ada dasarnya,” pungkasnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: