Warga Isim Minta Pemerataan Pelayanan

MANSEL, papuabaratnews.co – Warga Distrik Isim mendesak pemerataan pelayanan dalam kurun waktu dua bulan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Manokwari Selatan Markus Waran dan Wempi Rengkung.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Distrik Isim Agustinus Iba, kepada awak media di Kompleks Kantor Bupati Mansel, Ransiki, Senin 15 Maret 2021.

Dia menerangkan, pemerataan pelayanan berupa tersambungnya jaringan telepon dan internet di pusat pemerintahan Distrik Isim. Karena sampai saat ini, warga Distrik Isim harus menempuh jarak sekitar 40 km untuk mendapatkan jaringan telepon.

“Ini aspirasi dari warga yang disampaikan kepada saya melalui kepala-kepala kampung. Mereka sudah memilih Bupati dan Wakil Bupati dua periode, untuk itu mereka meminta dalam kurung waku enam puluh hari kerja untuk jaringan Telkomsel tersedia di Ibu Kota Distrik Isim. Agar warga 12 kampung di sini bisa datang menggunakan jaringan telepon di pusat pemerintahan Distrik Isim. Karena pembangunan suatu wilayah juga yang utama adalah jaringan telepon dan internet yang tersedia,” paparnya.

“Apakah kita harus korbankan tiap hari masyarakat kita ini lari dengan motor untuk menelepon kerabat mereka? Tiap hari jalan 40 Km. Jadi ini harus menjadi perhatian,” katanya lagi.

Selain jaringan telepon dan internet, lanjut Iba, masyarakat juga meminta pemerataan layanan listrik di wilayah itu. Sejauh ini dari 12 kampung yang ada di Distrik Isim, baru tiga kampung yang teraliri listrik.

“Tiga kampung sudah ada listrik sejak 2018. Ini ada lima kampung yang berdekatan berharap adanya aliran listrik. Kalau jaringan kabel listrik sudah tersambung, maka meteran bisa dianggarkan melalui dana desa. Inikan visi misi Presiden, masa saudara-saudara kita di Isim hanya menikmati cahaya di siang hari karena matahari, sedangkan malam gelap gulita,” ujarnya.

Agustinus Iba menyebutkan adanya ancaman dari lima kampung tersebut apabila pemerataan aliran listrik tidak terpenuhi di daerah tersebut.

“Dari lima kampung ini mengancam apabila jaringan listrik belum merata, mereka akan kasih putus listrik di tiga kampung yang sudah ada listrik. Biar mereka semua harus gelap. Selain itu juga air bersih yang sudah dianggarkan dari 2020, dinas terkait harus fokus. Karena Isim juga merupakan bagian dari Mansel,” ucap Iba.

Iba mengaku, semua aspirasi warga itu seungguhnya sudah disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Selain itu ada juga visi dan misi kampanye Bupati dan Wakil Bupati, masyarakat sudah sampaikan waktu itu untuk pemerataan jaringan telepon, air bersih serta listrik,” pungkasnya. (PB24)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: