Amankan Aset di Manokwari, PLN UIP Papua Terima 19 Sertifikat

  • Amankan aset

MANOKWARI, papuabaratnews – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua menerima 19 sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat, pada Jumat (26/3/2021).

Seluruh sertifikat tersebut merupakan bentuk pengamanan aset terhadap lahan yang akan digunakan untuk pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV), dari PLTMG Manokwari di Kelurahan Andai hingga Gardu Induk (GI) Manokwari di Kelurahan Amban.

“Hari ini telah kami serahkan 19 sertifikat kepada PLN dari total 28 bidang tanah yang didaftarkan,” ujar Kepala Kantor Wilayah BPN Papua Barat Freddy Kolintama saat memberikan sambutan.

Ia melanjutkan, sertifikat ini dapat memberikan kepastian hukum terhadap proyek objek vital nasional yang hendak dibangun oleh pihak PLN di Manokwari, selaku ibu kota Provinsi Papua Barat.

“Sementara untuk sisanya (9 sertifikat, red) masih kami proses,” ujar Freddy.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPN Kabupaten Manokwari Maizar berkomitmen bahwa pengamanan aset milik negara terus dilakukan di daerah setempat. Di tengah masa pandemi, tim yang nantinya diterjunkan ke lapangan tetap memperhatikan protokol kesehatan demi kelamatan masing-masing anggota tim.

“Untuk sisa sertifikat yang belum selesai kami upayakan dapat segera terbit,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Papua Reisal Rimtahi Hasoloan yang diwakili oleh Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Papua Barat Benny Susanto menuturkan, serah terima sertifikat ini sejalan dengan upaya menjamin masa depan penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat Manokwari dan sekitarnya.

“Sertifikasi ini membantu kami mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah dan properti yang dimiliki oleh PLN,” jelas Benny.

Ia melanjutkan, pengamanan aset ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang terjalin sejak 22 Juli 2020 lalu antara PLN dengan BPN Provinsi Papua Barat dan seluruh Kantor Pertanahan di tingkat kota dan kabupaten.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPN, kami harap kerja sama seperti ini terus berjalan dan ditingkatkan,” tutur Benny.

Sebagai informasi, sertifikat lahan tower SUTT yang diterima PLN berlokasi di Kelurahan Andai, Kampung Katebu, Kelurahan Sowi, Kampung Soribo, Kampung Binerauw, Kampung Inggramui, dan Kelurahan Amban.

Proyek SUTT 150 kV rencananya beroperasi pada 2022 mendatang, dan membentang sepanjang 24 kilometer sirkuit (kms). Total tower transmisi sebanyak 38 dan sebagiannya masuk dalam kawasan hutan. Sehingga, proses perizinan dengan skema Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sementara dikerjakan BPN.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: