drg Sembiring : Hilangkan Stigma Negatif Tertular Covid-19 Sebuah Aib

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ketua Harian Gusus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari drg. Henri Sembiring, meminta  masyarakat menghilangkan stigma negatif bahwa orang yang tertular virus korona sebagai sebuah aib.

Jelas Sembiring, stigma negatif itulah yang membuat masyarakat enggan untuk berada di tempat fasilitas karantina (faskar). Dia mengatakan, ketika ada yang tertular dan dinyatakan reaktif, baik melalui rapid dan swab, maka akan dimasukkan dalam faskar dan diberikan perawatan.

“Ada yang mengatakan itu adalah penjara, padahal tidak seperti itu. di fasilitas karantina gizinya diperbaiki. Faskar bukan neraka atau hal yang menakutkan. Kita perhatikan gizinya, kita berikan perawatan sehingga muncul pertahanan tubuh,” tegasnya belum lama ini.

Ia menegaskan hal tersebut tidak benar. Karena virus korona bisa menular ke siapa saja. Apalagi ditambah dengan tidak disiplin menaati protokol kesehatan.

“Khususnya bagi mereka  yang tidak menaati protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, tidak mau cuci tangan dan tidak menjaga jarak,” jelas Sembiring.

Dijelaskan Sembiring, pertahanan tubuh secara normal akan terlihat pada hari ke-14 dan bisa terlihat pada hari ke-10 jika ditangani secara tepat.

“Kalau kita perbaiki gizinya, maka hari ke-10 sempurna dan saat dilakukan swab pada hari ke-14 sudah dinyatakan nnegatif dan diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Ia berharap, stigma negatif tentang covid-19 maupun tentang fasker dapat dihilangkan.

“Masuk faskar bukan berarti dunia menjadi gelap, justru menjadi terang. Stigma tersebut harus dihilangkan. Yang rentan adalah yang punya penyakit bawaan, salah satunya penyakit kencing manis, kolesterol, hipertensi. Tetapi buktinya ada pasien Covid-19 dengan salah satu penyakit bawaan tersebut yang bisa sembuh,” pungkas Sembiring. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: