Pemda Manokwari Siapkan Tim Khusus Pembangunan Jembatan Rendani

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Kabupaten Manokwari berencana melakukan pembangunan jembatan layang Rendani sepanjang 1.775 meter, yang akan menghubungkan wilayah Wosi dan Bandara Rendani Manokwari.

Guna mematangkan rencana tersebut, Pemda Manokwari akan menyiapkan tim khusus yang bertugas mengurus segala hal yang berkaitan dengan persiapan pembangunan jembatan tersebut.

“Jadi segala urusan yang berkaitan dengan persiapan akan dikerjakan oleh tim khusus,” ujar Assisten I Bidang Tata Praja Setda Manokwari Wanto kepada wartawan, pekan lalu.

Menurut Wanto, tanggung jawab yang akan dijalankan oleh tim khusus tersebut diantaranya melakukan pendataan bangunan dan rumah yang bakal dilalui jembatan. Selain itu, tim juga bertugas melakukan komunikasi dengan persoalan pembebasan lahan yang bakal dimanfaatkan sebagai jalur jembatan tersebut.

“Menurut data yang ada pada kami, tanah tersebut adalah lahan bandara. Sehingga nanti tim yang akan mendata berapa rumah dinas dan rumah pribadi,” kata Wanto.

Dia mengatakan, pemerintahan Bupati Hermus  Indou dan Wakil Bupati Edi Budoyo menginginkan jembatan layang itu akan menjadi ikon kota Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat. Kehadirannya diharapkan menambah pesona Bandara Rendani sebagai gerbang keluar masuknya masyarakat.

“Manokwari harus menjadi kota yang memiliki kebanggaan. Sebagai ibu kota provinsi, Manokwari harus bisa diandalkan dari sisi penampilannya,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pembebasan lahan untuk rencana pembangunan jembatan itu, Wanto menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti nominal anggaran yang akan dianggarkan.

“Nilainya belum dibicarakan. Tapi pada dasarnya dananya pasti ada,” bebernya.

Dia menuturkan, sebelum tim yang nantinya terbentuk mulai bekerja, pihaknya akan mengundang pihak Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) untuk memaparkan green design pembangunan agar dapat diketahui langsung oleh Bupati.

“Jadi Pak Bupati harus tau masterplan mereka karena Beliau adalah tuan rumahnya,” pungkasnya. (PB25)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: