Pemkab Mendukung Pendidikan Berbasis Asrama

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan Pemkab Manokwari siap mendukung dan mendorong program pendidikan berbasis asrama.

Menurut Bupati, hadirnya sekolah berbasis asrama merupakan bentuk partisipasi dan tanggung jawab untuk menyukseskan program pembangunan daerah. Sekolah dengan berpola asrama yang kini di hadirkan oleh GBI Jemaat Penuai dan Yayasan Bara Api Penuai (Barapen)  tentu sangat baik. Dengan harapan akan membentuk generasi muda yang berkarakter dan berkualitas.

“Pembangunan daerah kedepan tentu berada pada generasi saat ini, sehingga kita harus mempersiapkan terutama melalui pendidikan,” jelasnya dalam acara peresmian SMP Barapen, Bukit Doa Amban, Kamis (6/5/2021).

Ia beraharap Pemkab Manokwari dapat membangun dan menyiapkan SMP berpola asrama baik negeri maupun swasta yang diselenggarakan oleh yayasan pendidikan.

“Kita akan mengevaluasi seluruh pendidikan, kita ingin SMP Negeri kita rubah statusnya menjadi SMP berpola asrama. Kita memberikan penguatan kepada yayasan yang telah menyelenggarakan pendidikan berpola asrama, seperti salah satunya SMP Vilanova yang ada di Maripi,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong YPK yang merupakan gereja tertua dan sulung di tanah ini untuk mempunyai pendidikan berpola asrama. Dirinya akan segera memerintahkan OPD terkait untuk memberikan dukungan pengembangan SMP Barapen.

“Target saya sampai 2024 khusus pendidikan SMP sudah ada yang bisa menjadi model di Manokwari, yang terpenting adalah komitmen dan tanggung jawab bersama harus dapat terbangun,” harap Hermus.

Dijelaskan Hermus, ada beberapa aspek pembangunan berkelanjutan, salah satunya pembangunan yang memperhatikan aspek keseimbangan dan berorientasi masa depan

“Jika tidak mempersiapkan generasi saat ini maka kedepan tidak ada yang melanjutkan pembangunan. Apa yang dilakukan oleh yayasan Barapen menjadi model yang harus kita dukung,” jelasnya.

Prosesi peresmian SMP Barapen di Manokwari. [Foto: PB News/Astria Kukuh]

Sebagai pusat peradaban di tanah Papua, lanjut dia, ada beberapa aspek yang harus dibangun, diantaranya aspek religius. Dimana Pemkab Manokwari dalam keterbatasannya ingin memprioritaskan Tuhan di dalam proses penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan dengan mengalokasikan sebesar 10 persen dari APBD utuk pembangunan disektor keagamaan.

“Selain itu juga pendidikan, modal pendidikan yang akan dibangun adalah afirmasi pengembangan pendidikan, melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) putra putri Papua,” pungkasnya. (PB19)

 

*Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 7 Mei 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: