Perlu Sinergitas dalam Membangun Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dalam rangka mendukung suksesnya otonomi daerah saat ini, perlu adanya inovasi-inovasi untuk pengembangan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik. Tentu semuanya itu, perlunya sinergitas dan kerjasama yang baik antar semua pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Manokwari.

Hal ini diungkapkan Bupati Hermus Indou pada kegiatan pemaparan program UPT Kementerian PUPR (Balai) di Wilayah Kabupaten Manokwari pekan lalu, bertempat di Ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari.

Dijelaskan Hermus, Pemkab Manokwari dalam segala keterbatasannya belum dapat menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah secara komprehensif.

“Untuk itu kita membutuhkan kehadiran negara dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia berharap sinergitas kementerian lembaga, terutama PUPR dapat mengisi kekurangan yang ada dan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Manokwari.

Hermus mengatakan, selain sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, dari aspek historinya Manokwari merupakan pusat peradaban di tanah Papua. Karena itu, menurutnya, keberhasilan pembangunan di Manokwari, akan berdampak secara langsung pada perbaikan citra pemerintah dan masyarakat di daerah itu.

“Manokwari adalah persentase dari seluruh kabupaten kota yang ada di Papua Barat, dan menjadi milik bersama. Artinya apapun fasilitas yang bangun di Manokwari tidak hanya dinikmati oleh penduduk Manokwari, tetapi juga oleh semua penduduk yang ada di Papua Barat. Kalau kita sudah berhasil membangun Manokwari, berarti separuh permasalahan yang ada di Papua Barat sudah dapat kita selesaikan,” paparnya.

Menurutnya, membangun Manokwari tidak hanya membutuhkan sinergitas, tetapi juga koordinasi.

“Kehadiran balai yang ada di daerah dapat dijadikan peluang dan membangun sinergitas dengan mereka. Kuncinya ada di kita, kita mau alihkan sumberdaya untuk masuk ke Manokwari atau tidak,” tegasnya.

“Jika dibiarkan maka akan direbut oleh kabupaten/kota yang ada di sekitar kita,” sambung Hermus.

Membangun Manokwari menjadi daerah yang kompetitif tergantung beberapa hal, salah satunya infrastruktur. Jika insfrastruktur lebih bagus dan modern dapat menunjukkan kemajudan di dearah.

“Juga merubah stigma masyarakat yang belum pernah datang ke Papua bahwa Papua masih hutan, nanti setelah mereka datang ke sini maka mereka akan lihat bahwa apa yang mereka pikirkan itu salah,” tukasnya.

Ia berharap peluang yang ada dapat dimanfaatkan untuk membangun dan merubah stigma yang ada selama ini.

“Keberhasilan kita untuk membangun tanah Papua didalam semua aspek pembangunan bisa mematahkan tetapi juga mematikan apapun ideologi yang hari ini berkembang di tanah Papua, tidak ada yang lain NKRI harga mati,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Manokwari, Marhatigoran Situmorang menyebutkan, sebagai kabupaten induk dan ibu kota Papua Barat, dan untuk mewujudkan perubahan, dirinya akan berkoordinasi dengan bidang infrakstruktur, baik Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, Perumahan dan Penataan Ruang PUPR manokwari.

Dimana Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Manokwari juga telah melakukan koordinasi dengan UPT Kementerian PUPR.

“Hasil koordinasi langsung dengan Kepala UPT Kementerian PUPR Papua Barat, meliputi Balai Prasarana Pemukiman, Balai Wilayah Sungai, Balai Perumahan akan memantapkan program sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” sebutnya.

Hasil pertemuan pemaparan program UPT Kementerian PUPR (Balai) ini diharapkan dapat terciptanya sinkronisasi program bidang infrastruktur serta meningkatnya program infrastruktur oleh UPT Kementerian PUPR di Kabupaten Manokwari, guna merubah wajah Manokwari sebagai kota peradaban, kabupaten induk dan sebagai Ibu Kota Papua Barat. (PB19)

 

*Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 6 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: