Renovasi Gedung DPRD Manokwari Disesuaikan dengan Keuangan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Menyikapi usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari terkait renovasi Gedung DPRD, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manokwari Tajuddin mengatakan rencana tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pihaknya tidak bisa memaksakan pelaksanaan renovasi secara total sekaligus karena kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan.

“Kita utamakan dulu yang bocor-bocor ini. Daripada rusaknya masukin banyak,” ujarnya ketika dikonfirmasi awak media di Kantor DPRD Manokwari, Rabu (24/2/2021).

Menurut Tajuddin, usulan anggaran yang diajukan sekitar Rp 6 Milyar yang sebelumnya disampaikan oleh DPRD belum bisa direalisasikan seluruhnya. Pihaknya hanya menganggarkan Rp 1,8 Milyar dalam RAPBD tahun 2021.

“Usulan 6 milyar itu belum kita analisa secara baik. Itu mungkin perhitungan dari PU,” kata dia.

DPRD Kabupaten Manokwari dalam pandangan akhir Gabungan Fraksi yang dibacakan oleh anggota DPRD Sofia Warikar bahwa  kantor DPRD Kabupaten Manokwari harus segera direnovasi secara menyeluruh dan menjadi prioritas utama di tahun 2021.

“Kami berharap agar kantor DPRD dapat menjadi prioritas untuk segera direnovasi,” ujarnya pada saat membacakan pandangan akhir Fraksi, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manokwari Bons Rumbruren  mengatakan, pihaknya mengusulkan penganggaran sekitar Rp 6 Milyar untuk merehab beberapa unit bangunan yang rusak baik di gedung A maupun B. Salah satu unit bangunan yang mengalami kerusakan adalah Ruang Rapat Paripurna yang sudah mengalami kebocoran cukup serius pada atap.

“Atap sudah bocor-bocor ini. Kita kesulitan kalau ada rapat paripurna pada saat hujan. Karena hujan tembus sampai ke ruang rapat,” kata dia.

Dia mengungkapkan, selain untuk renovasi atap, anggaran tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengadaan sejumlah fasilitas kelembagaan yang belum dimiliki oleh Sekretariat DPRD maupun penambahan perlengkapan kedewanan. “Termasuk meubeler yang belum lengkap,” ungkap Bons. (PB25)

Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Jumat 26 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: