Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 di Manokwari Naik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyebaran Covid-19 di sejumlah distrik di Kabupaten Manokwari meningkat drastis dalam selama satu pekan terakhir. Data Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menyebutkan terjadi peningkatan lebih dari 100 persen di tiga distrik, yaitu Distrik Sidey, Distrik Masni dan Distrik Prafi.

“Dalam 6 hari ke belakang, penyebaran Covid-19 di tiga distrik ini sangat tinggi. Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang di Manokwari, Senin 26 April 2021.

Dia mengatakan, terhitung pada 19 April 2021, pihaknya mencatat jumlah kasus yang ada di Distrik Sidey adalah 14 kasus. Dalam rentang waktu satu minggu berdasarkan data terakhir per 25 April 2021, kasus Covid-19 di distrik tersebut sudah mencapai 34 kasus. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 20 kasus.

“Jadi kalau kita prosentasekan maka tingkat penyebarannya lebih dari 100 persen,” kata dia.

Untuk Distrik Masni, sebut Marten, penyebaran kasus mengalami penambahan sebanyak 61 kasus selama sepekan terakhir. Karena berdasarkan data per 19/4/2021, jumlah orang terkonfirmasi positif adalah 94 orang. Sedangkan data terakhir per 25/4/2021, jumlah tersebut meningkat menjadi 155 orang atau kasus.

Sementara itu, Distrik Prafi juga menjadi distrik dengan tingkat penyebaran Covid-19 yang sangat tinggi. Data per 19/4/2021, jumlah kasus pada distrik tersebut adalah sebanyak 119 kasus. Dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan yang sangat drastis hingga mencapai 175. “Jadi ada sekitar 56 kasus baru dalam 6 hari ke belakang,” tuturnya.

Marten mengungkapkan, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari semua pemangku kepentingan di tingkat distrik untuk membantu tenaga kesehatan yang ada guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah distrik masing-masing. Dukungan dan respon dari pihak-pihak terkait seperti kepala distrik, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk terus mengatur agar segala aktivitas warga tidak mengabaikan penerapan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. “Karena penularannya sudah sangat tinggi dan mengkhawatirkan,” imbuhnya.

Dia berujar, tahapan 3T (Tracing, Test dan Treatment) adalah menjadi tanggung jawab petugas kesehatan dan dibantu oleh beberapa instansi dan relawan. Akan tetapi 3M (Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sangat diharapkan.

“Juga harus ada respon dan dukungan dari pemangku kepentingan di tingkat distrik untuk mengatur aktivitas warga,” ucap Marten.

Ditanya perihal tempat karantina atau perawatan terhadap pasien terkonfirmasi positif pada tiga distrik tersebut, Marten menjelaskan bahwa seluruh pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kalau ada yang memang harus membutuhkan perawatan serius karena kasusnya tergolong berat, maka akan dirujuk ke kota,” pungkasnya. (PB25)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: