NASIONAL

Alur Panjang Pemberian Vaksin Cacar

JAKARTA – Pemerintah menyatakan telah memulai tahapan penyediaan vaksin cacar monyet atau monkeypox. Pada tahap awal, pemerintah akan menyediakan 10 ribu dosis vaksin untuk mencegah penyebaran virus. “Saat ini baru tahap penjajakan penyediaan vaksin,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, Rabu (24/8/2022).

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengumumkan satu kasus cacar monyet yang ditemukan di Jakarta pada 20 Agustus 2022. Seorang pemuda berusia 27 tahun itu dinyatakan positif terinfeksi setelah bepergian ke luar negeri sejak 22 Juli lalu. Pemuda tersebut kembali ke Jakarta pada 8 Agustus lalu dan mengalami gejala awal cacar monyet tiga hari setelahnya.

Syahril mengatakan penyediaan vaksin cacar monyet penting untuk disegerakan. Namun upaya itu tidak mudah. Sebab, vaksin khusus cacar monyet baru diproduksi di dua negara. Di sisi lain, pembelian vaksin tidak bisa serta-merta dilakukan. Musababnya, pemerintah harus mendapat kajian cairan anti-monkeypox itu dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Setelah pengkajian diselesaikan, kata Syahril, pemerintah mesti menunggu rekomendasi penggunaan vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Untuk melewati itu semua, memang tidak mudah tahapannya. Perlu proses,” ujar dia. “Kami nanti masih melihat rekomendasi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan BPOM untuk memesan vaksin yang sudah ada. Sekarang vaksinnya belum ada di Indonesia karena masih proses penyediaan.”

Syahril menuturkan vaksinasi dibutuhkan untuk memunculkan antibodi agar tidak terinfeksi meski penyakit cacar monyet bisa sembuh secara alami. Monkeypox telah lama ada di wilayah Afrika. WHO menyatakan vaksin cacar biasa yang pernah digunakan pada 1980 memiliki efektivitas 82 persen untuk melindungi warga dari penularan monkeypox.

Syahril meminta masyarakat tidak panik karena daya tular dan tingkat fatalitas cacar monyet sangat rendah dibanding Covid-19. Hal itu terlihat dari rendahnya angka kematian cacar monyet. Dari 39.718 kasus cacar monyet di seluruh dunia, penderita yang meninggal hanya 12 orang. “Kurang dari 0,001 persen dari total kasus,” ucap Syahril. “Transmisi monkeypox tidak semudah Covid-19 yang dapat menular melalui droplet di udara. Penularan monkeypox terjadi melalui kontak erat.”

Sekretaris Eksekutif ITAGI, Julitasari Sundoro, mengatakan penyediaan vaksin cacar monyet sedang dalam tahap perencanaan. Namun, setelah tersedia, kata dia, vaksin monkeypox tidak bisa disuntikkan untuk masyarakat umum. “Khusus untuk pasien dan kontak erat yang nanti divaksinasi,” ucapnya.

Menurut Julitasari, penyediaan vaksin cacar monyet tidak mudah karena produksinya masih terbatas. Pemerintah akan memesan vaksin tersebut jika sudah tersedia. “Tapi sekarang masih dalam tahap perencanaan pemesanan,” kata Julitasari.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksinasi cacar monyet tidak akan diberlakukan menyeluruh bagi seluruh masyarakat seperti halnya vaksinasi Covid-19. Karena itu, pemberian vaksin akan diutamakan bagi mereka yang berisiko tinggi tertular, misalnya petugas kesehatan di rumah sakit. “Terutama yang imunitasnya rendah,” kata Budi, setelah mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, kemarin.

Daya tular cacar monyet juga dinilai lebih rendah dibanding Covid-19. Penularan cacar monyet terjadi melalui kontak fisik, tidak melalui droplet. “Penularan hanya bisa terjadi ketika (pengidap) secara fisik sudah kelihatan bintik-bintik cacar dan cairannya,” ujar Budi. “Kalau Covid-19, kan masih sehat pun bisa menular, sehingga lebih berbahaya.”

Budi mengatakan masyarakat yang sudah menerima vaksin smallpox (cacar) masih terlindungi dari penularan cacar monyet. Ia mencontohkan dirinya sendiri dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. “Saya dan Pak Airlangga masih terproteksi karena dulu kami pernah divaksin cacar,” ujar Budi.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menjelaskan, berbeda dengan Covid-19 yang merupakan new emerging diseasemonkeypox sudah memiliki vaksin dan obat yang cukup efektif. Vaksin cacar yang digunakan di banyak negara terbukti mampu memproteksi 85 persen dari infeksi monkeypox. Misalnya vaksin Imvanex yang digunakan di Inggris dan vaksin Jynneos di Amerika Serikat. “Kedua vaksin itu tidak mengandung virus hidup, tidak seperti vaksin smallpox sebelumnya,” ucap Dicky.

Adapun untuk terapi antiviral, ada dua obat yang sering digunakan, yaitu tecovirimat (TPOXX) dan cidofovir (Vistide). Secara umum, kata Dicky, orang yang dalam tiga tahun terakhir pernah mendapat vaksinasi smallpox memang bisa terlindungi dari penularan cacar monyet. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.