Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Papua Melonjak Drastis

JAYAPURA – Angka kesembuhan penderita Covid-19 di Provinsi Papua terus bertambah hingga mencapai 86,9 persen. Sebanyak 2.739 orang yang telah sembuh dari Covid-19 dalam tiga pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Roby Kayame, Kamis (3/3/2022), mengatakan, angka kesembuhan meningkat karena pasien yang menjalani perawatan hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari untuk bisa pulih. Penderita yang cepat mengalami kesembuhan, sebagian besar terpapar dalam kondisi tanpa gejala atau dengan gejala ringan, serta telah mendapatkan vaksin.

Adapun jumlah pasien yang dirawat sebanyak 10,6 persen atau 5.551 orang. Total kumulatif kasus Covid-19 di Papua mencapai 51.222 orang. Adapun total kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 1.251 orang.

Kasus Covid-19 di Papua pada tahun ini terdeteksi di satu kota dan 14 kabupaten, meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kepulauan Yapen, Supiori, Jayawijaya, Mimika, Merauke, Mappi, Biak Numfor, Paniai, Asmat, Boven Digoel, Nabire, Pegunungan Bintang, dan Puncak Jaya.

“Angka kesembuhan yang tinggi berdampak pada tingkat keterisian di rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19 hanya 19 persen. Jumlah kamar yang terisi hanya 155 dari total 814 tempat tidur yang tersedia di seluruh Papua,” ujar Roby.

Juru Bicara Satgas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule, mengatakan, pemberlakukan protokol kesehatan di seluruh wilayah Papua harus ditingkatkan. Terdapat 25 daerah di Papua yang berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2022.

Daerah tersebut meliputi Merauke, Jayawijaya, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Nabire, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Puncak Jaya, Mimika, Sarmi, Keerom, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Waropen, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Supiori, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya, Kabupaten Puncak, dan Dogiyai.

Daerah berstatus PPKM level 3 wajib melaksanakan sejumlah regulasi untuk menekan tingginya angka laju kasus harian Covid-19. Regulasi ini antara lain pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial hanya dihadiri 50 persen jumlah pegawai dan pembelajaran secara tatap muka secara terbatas atau pembelajaran secara daring.

Regulasi lainnya ialah pusat perbelanjaan dan perdagangan diizinkan beroperasi dengan kapasitas pengunjung hanya 50 persen mulai pukul 10.00 hingga 21.00 dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pelaksanaan kegiatan pada fasilitas umum, taman, dan tempat wisata umum ataupun area publik lainnya hanya diizinkan 50 persen dari kapasitas tempat.

Kegiatan pada sektor esensial, seperti kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, pasar, perhotelan, proyek vital nasional, dan obyek vital nasional, tetap beroperasi 100 persen. Satgas Covid-19 di 24 daerah harus meningkatkan upaya vaksinasi dan pemeriksaan,” ujar Silwanus.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Papua Antonius Oktavian berharap pemeriksaan sampel usap terus dilakukan di daerah dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi penularan Covid-19 secara lebih dini.

”Pemeriksaan Covid-19 dengan metode PCR dari Jayapura di laboratorium kami menurun drastis hanya 70 sampel beberapa hari ini. Biasanya kami bisa menerima 200 hingga 300 sampel usap dari Jayapura dan sekitarnya per hari,” kata Antonius. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: