NASIONAL

Baru Diperiksa Setelah Lengser

JAKARTA – Kejaksaan Agung akhirnya memeriksa bekas Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dalam kasus dugaan korupsi minyak goreng, kemarin. Lutfi, yang baru sepekan dicopot dari jabatannya, menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI selama 12 jam. Ia tiba pada sekitar pukul 09.10 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 21.00 WIB.

Lutfi tak banyak bicara saat ditemui wartawan seusai pemeriksaan. “Hari ini saya datang, menjalankan tugas saya sebagai rakyat Indonesia yang taat hukum, memenuhi panggilan Kejaksaan. Tadi saya sudah datang tepat waktu dan menjawab semua pertanyaan dengan sebenar-benarnya,” kata dia, Rabu (23/6/2022) malam.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Supardi, menjelaskan pemeriksaan terhadap Lutfi dilakukan untuk mencari pembuktian terkait dengan lima tersangka lain yang telah ditetapkan sebelumnya. “Terutama sebagai saksi untuk tersangka IWW (Indrasari Wisnu Wardhana) dan LCW (Lin Che Wei),” kata Supardi.

Selama pemeriksaan, penyidik mencecar Lutfi dengan 15 pertanyaan ihwal latar belakang dan implementasi berbagai peraturan yang terbit di Kementerian Perdagangan, harga eceran tertinggi minyak goreng, ketentuan ekspor, kebijakan domestic market obligation (DMO), dan ketentuan yang menyangkut proses pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Penyidik, kata Supardi, juga bertanya kepada Lutfi soal apa yang ia ketahui, dengar, dan alami terkait dengan para tersangka tadi. “Kemudian juga dikonfrontir dengan berbagai bukti-bukti, terutama bukti yang telah disita sebelumnya,” tuturnya. Dalam pemeriksaan, penyidik juga menyita sejumlah dokumen. “Pak Lutfi sudah membuka semua.”

Baru Lima Tersangka

Selain Lutfi, kemarin tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung juga memeriksa saksi lain berinisial SH dalam kasus yang sama. Ia merupakan karyawan perusahaan produsen CPO, PT Tripura Argo Persada.

Sedangkan pada Senin lalu, sebanyak empat saksi dari Kementerian Perdagangan, dan masing-masing satu orang saksi dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), juga telah diperiksa.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung baru menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi izin ekspor CPO. Pada 17 Mei 2022, Kejaksaan menetapkan pengusaha dan penasihat kebijakan di sejumlah lembaga pemerintahan, Lin Che Wei, sebagai tersangka kelima.

Sebelumnya, pada 19 April 2022, Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka dalam perkara yang juga dikenal sebagai kasus mafia minyak goreng ini. Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang; dan Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group, Stanley M.A.

Keterlibatan Lutfi dalam kasus korupsi minyak goreng ini diduga dimulai pada Januari lalu. Saat itu, Lutfi baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2022 yang mengatur soal harga eceran tertinggi minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter. Peraturan ini dimaksudkan untuk menekan lonjakan harga minyak goreng.

Selain harganya yang naik berkali lipat, minyak goreng semakin sulit ditemukan di pasar. Padahal pemerintah sudah berusaha melakukan berbagai cara, termasuk mendistribusikan minyak goreng dengan harga terjangkau di 18 provinsi. Pada 26 Januari 2022, Lutfi mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2022 yang mengatur kewajiban pengusaha minyak sawit memenuhi pasar dalam negeri. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.