NASIONAL

Dukungan Mengambang terhadap Kandidat

JAKARTA – Arah dukungan Presiden Joko Widodo terhadap kandidat penerusnya masih menjadi perdebatan. Meski dalam arahan kepada kelompok relawan dia menyebutkan agar tidak tergesa-gesa menentukan arah dukungan dalam Pemilu 2024, sikap Jokowi dalam berbagai kesempatan disebut menunjukkan sebaliknya.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan pernyataan Jokowi dalam pidato tersebut sudah tepat, tapi bisa diartikan banyak hal. Sebab, Jokowi merupakan politikus dengan karakteristik menampilkan dua wajah, yakni di publik dan di belakang layar. “Jokowi masih menjabat saat pilpres berlangsung nanti sehingga ia harus netral,” kata dia. “Jokowi juga selalu cenderung pasif. Tidak pernah menyebutkan satu calon dalam panggung depan karena tentu saja ia ingin menempatkan kakinya di mana-mana.”

Menurut Burhanuddin, pernyataan Jokowi tentang keberadaan calon presiden di lokasi rapat kerja nasional (rakernas) Pro-Jokowi atau Projo, relawan Jokowi, merupakan kode keras kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Jokowi dinilai bisa saja menyindir Ganjar yang tengah berupaya keras menempatkan namanya dalam radar calon di Pemilu 2024. Namun sindiran halus itu tak berdampak banyak pada langkah Jokowi yang masih saja akan meminta Ganjar mendampinginya dalam sejumlah kesempatan saat kunjungan kerja.

Pada akhir pekan kemarin, Jokowi ditemani Ganjar mendatangi sejumlah acara. Pertama, ia mengunjungi Pasar Muntilan di Magelang, Jawa Tengah, untuk inspeksi minyak goreng dan membagikan kaus. Setelah dari situ, Jokowi datang ke rakernas kelompok relawan Projo. Ganjar juga ikut menyalami warga yang berkerumun.

Gubernur Ganjar mengatakan kehadirannya dalam dua acara Jokowi itu semata untuk mendampingi Presiden karena mendatangi wilayah kerjanya. Ia mengatakan sejumlah gerakan dan pernyataan Jokowi yang diterjemahkan oleh sejumlah orang sebagai dukungan terhadap dirinya tak mau dia terjemahkan sama. “Nyebut sopo? Ora nyebut aku, kok (Menyebut siapa? Tidak menyebut aku, kok),” kata Ganjar, kemarin.

Ini merupakan kedua kalinya politikus PDI Perjuangan itu menemani Jokowi blusukan dalam waktu berdekatan. Bulan lalu, Jokowi mempersilakan Ganjar masuk mobil presiden saat kunjungan kerja di Brebes.

Meski dibantah Ganjar, arah dukungan itu disebut semakin terasa dalam pidato Jokowi yang disampaikan sebelum membuka acara rakernas Projo. Di ujung pidatonya, Jokowi meminta pendukungnya agar tak tergesa-gesa atau ojo kesusu dalam menentukan arah pemilihan presiden. “Meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini,” kata dia, Sabtu lalu. Sejumlah peserta rakernas lalu bertepuk tangan meneriakkan nama Ganjar. “Ini mau tergesa-gesa ini kelihatannya,” kata Presiden menanggapi keriuhan itu sambil tersenyum lebar.

Kehadiran Ganjar mendampingi Jokowi dan sentilan di ujung pidato itu dinilai oleh sejumlah orang sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Ganjar menjajakan diri sebagai calon presiden, yang semakin intensif pada beberapa bulan terakhir. Elektabilitas Ganjar memang melesat jauh dalam berbagai survei kandidat—melebihi kandidat pilihan PDI Perjuangan lainnya, misalnya Ketua DPR Puan Maharani. Namun upaya kampanye Ganjar terganjal restu elite karena partai hingga kini belum memutuskan satu nama pun.

Hubungan Ganjar dan partai memburuk. Puan beberapa kali dalam berbagai kesempatan sejak setahun terakhir menyindir Ganjar sebagai gubernur yang hanya menjual tampang. Puan juga menyindir Ganjar yang tak hadir saat ketua DPR itu berkunjung ke Jawa Tengah. Buntut terakhir adalah Ganjar tak diundang PDI Perjuangan dalam acara halalbihalal kepala daerah.

Sentilan Jokowi dalam pidato itu diungkapkan di depan sejumlah kelompok relawan Jokowi lain yang sudah lebih dulu mendeklarasikan Ganjar sebagai calon presiden, antara lain organisasi relawan Seknas Jokowi dan JoMan atau Jokowi Mania. Hadir dalam rakernas itu adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto.

Ketua Projo, Budi Arie Setiadi, mengatakan lembaganya hingga kini belum memutuskan nama calon presiden yang akan dideklarasikan. Meski nama Ganjar sempat dielukan sejumlah orang, ia menilai pesan utama Jokowi yang ditangkap adalah jangan terburu-buru. “Kami tunduk saja, dong, kepada Presiden,” kata dia.

Budi menyebutkan sengaja mengundang Ganjar untuk hadir dalam rakernas Projo. Sebab, rakernas digelar di wilayah kerja Ganjar sebagai gubernur. Di ruang tunggu pun, sebelum masuk arena gedung, Jokowi dan Budi sempat berdialog. “Presiden menanyakan, ‘Siapa?’. Saya katakan, ‘Belum, Pak. Masih terlalu dini’,” kata Wakil Menteri Desa ini.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pidato Jokowi pada akhir pekan lalu belum menunjukkan arah dukungan Presiden. Ia mengatakan pesan utama Presiden adalah tak tergesa-gesa. “Pemilihan calon pemimpin negara harus melalui pertimbangan yang jernih dan matang,” kata dia. “Konstitusi menyebutkan calon presiden diajukan partai politik atau gabungan partai.” Hasto juga menolak berkomentar banyak soal arah dukungan Jokowi kepada Ganjar.

Adapun politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, mengatakan yang berhak menentukan calon presiden yang diusung partainya dalam Pemilu 2024 adalah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia juga menilai pernyataan Jokowi, “meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini”, bisa saja mengarah pada politikus lain yang hadir dalam rakernas itu. (TMP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.