NASIONAL

Fluktuatif, Elektabilitas Mahfud, Emil, Sandi, Erick, dan Gibran sebagai Cawapres

JAKARTA — Dari tiga bakal calon presiden, baru satu yang telah mendeklarasikan diri sebagai pasangan, sedangkan dua lainnya masih sibuk mencari pendamping. Satu bulan menjelang pendaftaran, elite partai politik dan sang bakal capres tampak aktif berburu serta bertemu dengan bakal calon wakil presiden potensial. Nama-nama itu selain menguat, kadang menghilang.

Pasangan bakal capres-cawapres yang telah terbentuk adalah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dari gabungan Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bakal capres dari gabungan Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Gelora, Prabowo Subianto masih sibuk berembuk internal. Sementara Ganjar Pranowo, bakal capres dari PDI-P, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Hanura juga sibuk bertemu bakal cawapres potensial.

Ganjar, misalnya, baru saja mengunggah foto pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Hal itu terlihat dari unggahan media sosial resminya pada Minggu (10/9/2023) ini. Beberapa waktu sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil, juga menemui Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Adapun Mahfud dan Kamil merupakan bakal cawapres potensial untuk mendampingi Ganjar dalam Pemilu Presiden 2024. Selain dua tokoh tersebut, terdapat tiga kandidat lainnya, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Menurut Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, penggodokan nama-nama bakal cawapres Ganjar terus dilakukan setiap hari oleh Megawati. Hal itu dengan mempertimbangkan dinamika konstelasi politik dan pertimbangan spiritual.

”Kriterianya (bakal cawapres Ganjar) yang penting solid, kompak, memiliki visi-misi, tanggung jawab, komitmen yang sama terhadap masa depan dan saling melengkapi,” ujarnya, dilansir Kompas.

Komunikasi antara PDI-P dan Partai Demokrat tengah merajut penjajakan kerja sama. Pertemuan dengan AHY, kata Hasto, akan diatur oleh Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPR Puan Maharani untuk memadupadankan gagasan persatuan kedua partai.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar TB Ace Hasan Syadzily, mengatakan, Golkar menghormati pertemuan antara Megawati dengan salah satu kadernya tersebut. Menurut dia, kedatangan Kamil menemui Megawati dilakukan atas undangan dari Ketua Umum PDI-P tersebut. Langkah Kamil menemui Megawati pun sudah dikoordinasikan dengan Airlangga.

”Setiap langkah yang dilakukan Ridwan Kamil dilakukan setelah berkoordinasi dengan Pak Airlangga. Pak Ridwan Kamil pun juga akan mengikuti arahan dari Ketum Airlangga,” tuturnya.

Menurut Ace, Golkar masih mengupayakan dan memprioritaskan Airlangga menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto. Pilihan itu dinilai paling tepat mengingat Golkar merupakan partai urutan kedua pemenang Pemilu 2019 sehingga seyogianya ketua umumnya bisa menjadi cawapres di Pilpres 2024.

Meskipun ada pimpinan parpol di luar Koalisi Indonesia Maju yang membuka komunikasi dengan Kamil, hal itu tidak mengubah posisi Golkar mengupayakan Airlangga sebagai cawapres. İa tidak ingin berandai-andai jika ada dua kader Golkar yang berkontestasi di pilpres 2024, yakni Airlangga sebagai cawapres Prabowo dan Kamil menjadi cawapres Ganjar.

”Kami tidak ingin berandai-andai dahulu karena pendaftaran capres-cawapres belum dibuka. Tetapi, kami yakin jika Airlangga menjadi cawapres Prabowo, suara Golkar akan solid mendukung Prabowo-Airlangga,” katanya.

Musyawarah

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menyampaikan, Koalisi Indonesia Maju (KIM) tengah berupaya mengatur pertemuan untuk merumuskan sosok bakal cawapres pendamping Prabowo. Masing-masing ketua partai akan bermusyawarah untuk mufakat.

Kendati begitu, ia belum merinci mengenai kapan pertemuan pimpinan partai KIM berlangsung. ”Tentu waktu ini kita nikmati, keleluasaan waktu sampai batas akhir pendaftaran pilpres. Kita akan mengikuti jadwal. Kalau jadwalnya diubah, ya, kami juga akan mempercepat (keputusan pasangan calon),” tuturnya.

Adapun nama-nama bakal cawapres untuk mendampingi Prabowo, antara lain, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan PAN memunculkan nama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Selain itu, beredar pula nama lain seperti Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan Ridwan Kamil.

Nama cawapres baru

Selain nama-nama yang telah ditetapkan, menurut Hasto, nama bakal cawapres untuk Ganjar bisa berasal dari luar lima kandidat kuat. Hal ini berkaca dari Pemilu 2019 kala Presiden Joko Widodo berpasangan dengan Wakil Presiden Ma’aruf Amin. Nama Ma’aruf Amin muncul pada akhir waktu pendaftaran pasangan capres-cawapres.

”Apakah Pemilu 2024 akan terjadi hal yang sama? Kita tunggu saja tanggal mainnya,” katanya.

Adapun kandidat lainnya bisa memunculkan tokoh baru yang kerap bekerja dalam diam tetapi dibutuhkan. Hal ini seperti sosok yang tidak memiliki ambisi tetapi berdedikasi untuk bangsa dan negara. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.