Kejar Target Infrastruktur Mandalika

JAKARTA – Pemerintah masih mengejar target penyelesaian infrastruktur akses Sirkuit Mandalika, lokasi ajang balap MotoGP pada 18-20 Maret mendatang. Komandan Lapangan MotoGP Sirkuit Mandalika, Hadi Tjahjanto, mengatakan pemerintah punya waktu 12 hari untuk mengejar target penyelesaian tersebut.

Saat ini pemerintah menargetkan menyelesaikan pembenahan bypass atau jalur akses dari Bandar Udara Internasional Lombok. Pemerintah juga menargetkan menyelesaikan pembangunan median jalan penghijauan maupun pembenahan bukit di sepanjang jalur akses bandara. “Semua berjalan baik, rata-rata sudah 80 persen,” kata Hadi, kemarin.

Hadi mengatakan pemerintah membenahi jalan menuju Sirkuit Mandalika dengan membaginya menjadi tiga segmen dari Bundaran Sunggung sampai Bundaran Triputri. Akses tersebut nantinya dibuat menjadi dua jalur. “Artinya, dua jalur untuk berangkat dan pulang.”

Hadi juga menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk merekayasa lalu lintas jalan menuju Lombok. Skenario rekayasa lalu lintas akan diterapkan di lima pintu masuk jalur darat, yakni Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, dan Bandara Internasional Lombok. “Akomodasi semua siap, penonton tidak perlu khawatir. Datang saja ke Mandalika, pasti dapat tempat dan kami layani dengan baik,” ucapnya.

Saat event berlangsung, kata Hadi, pemerintah tetap mengawasi dan menerapkan protokol kesehatan pengunjung guna mencegah penularan Covid-19. Mengacu pada Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2022 tentang protokol kesehatan perjalanan luar negeri selama masa pandemi, kata Hadi, pemerintah akan menerapkan travel bubble bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. Travel bubble adalah kebijakan meniadakan masa isolasi bagi pelancong internasional yang memasuki sebuah negara pada masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini hanya berlaku pada kelompok pelancong terpilih dari negara tertentu.

Selain menerapkan protokol kesehatan, para pengunjung wajib telah divaksin dosis lengkap dan menjalani tes polymerase chain reaction (PCR). Pelaku perjalanan dari luar negeri menggunakan pintu masuk dari tiga cek poin, yakni Jakarta, Bali, dan Lombok. Sedangkan penonton dalam negeri yang hendak berangkat ke Lombok juga wajib divaksin dosis lengkap dan menjalani tes PCR. “Masyarakat lokal juga sama, yakni sudah menjalani vaksinasi lengkap,” ucapnya.

Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, melihat animo masyarakat cukup tinggi untuk menyaksikan balap MotoGP Mandalika. Dia mengklaim tiket untuk hari ketiga atau saat balapan berlangsung ludes terjual. “Tiket Minggu sudah terjual habis. (Tiket) Jumat dan Sabtu masih bisa dibeli. Tahun depan kami berharap antusiasme lebih banyak lagi,” ujarnya.

Dony mengatakan pemerintah menambah jadwal penerbangan dari Bali dan Surabaya menuju Lombok bagi warga dari luar Nusa Tenggara Barat yang ingin menyaksikan gelaran MotoGP Mandalika. Penambahan jadwal pesawat ini merupakan kajian yang dilakukan pemerintah karena melihat banyak permintaan dari penonton yang tidak mau menginap saat balapan berlangsung. “Maka kami tambah penerbangan dari Bali ke Lombok, juga dari Surabaya ke Lombok.”

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan sebanyak 21 ribu kamar hotel berbintang sampai melati di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika telah habis dipesan untuk gelaran MotoGP dua pekan mendatang. Dia mengatakan masih ada beberapa hotel dan homestay di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno yang masih bisa dipesan. “Dari 2.000 lebih kamar hotel bintang tiga, melati, dan bungalo, di tiga gili itu baru 10 persen yang terisi,” ujarnya. “Ini yang perlu dipromosikan.” (TMP/ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: