NASIONAL

Kepala BKKBN Luncurkan Sekolah Lansia di Maluku Tenggara

LANGGUR — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo meluncurkan sekolah lansia pertama di Kabupaten Maluku Tenggara yang berlokasi di Ohoi (Desa) Wearlilir, Kecamatan Kei Kecil.

Menurut Hasto, sekolah lansia merupakan pendidikan nonformal bagi warga lanjut usia untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan keluarga lansia dalam meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan .

“Saya apresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan seluruh jajarannya, para tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat Maluku Tenggara yang telah mendukung program ini. Terutama para ibu bapak senior lansia yang sudah sepuh tetapi semangatnya masih luar biasa,” ujar Hasto di Maluku Tenggara, Rabu (29/5/2024).

Menurut dia, sekolah lansia terus digalakkan karena ke depan akan semakin banyak lansia sehingga menjadi salah satu program BKKBN yaitu Bina Keluarga Lansia (BKL).

“Ini luar biasa karena selama jadi kepala BKKBN baru kali ini saya meresmikan BKL di Desa/Ohoi Wearlilir, dan bisa tatap muka bahkan foto bersama, tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” kata dia

Para lansia nantinya akan mengikuti kurikulum selama enam bulan belajar metode kesehatan dan bekal ketrampilan kehidupan lansia, dengan harapan agar para lansia tidak menjadi beban bagi keluarga dan anak cucu.

Usai peluncuran Sekolah Bina Keluarga Lansia, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo didampingi Penjabat Bupati Maluku Tenggara, mengisi kuliah umum yang diikuti seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Maluku Tenggara dan Kota Tual yang merupakan rangkaian kegiatan program Bangga Kencana Mahasiswa Peduli Kependudukan dan Stunting di salah satu hotel yang ada di Langgur.

Sementara itu, Penjabat Bupati Maluku Tenggara Jasmono mewakili masyarakat setempat mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan rombongan di Bumi Lar Wul Ngabal.

“Hari ini kita juga telah menandatangani nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan perguruan tinggi di Maluku Tenggara di bidang program kependudukan dan keluarga berencana serta percepatan penurunan stunting,” kata dia.

Menurut dia, hal ini merupakan bentuk komitmen bahwa masalah kependudukan dan keluarga berencana serta penurunan stunting tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. (ant)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.