NASIONAL

KPK Beberkan Cela Korupsi Jalur Mandiri

JAKARTA – Penangkapan Rektor Unila Prof Karomani mengungkap praktik korupsi yang bisa terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru atau PMB jalur mandiri. Bukan tidak mungkin praktik yang yang sama juga terjadi di PTN lainnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan penyebab adanya praktik korupsi (berupa suap) dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Juru Bicara bidang Pencegahan KPK Ipi Maryati mensinyalir tindakan kotor itu terjadi karena kurangnya pengaturan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“KPK mendapati lemahnya tata kelola dalam penerimaan mahasiswa jalur mandiri disebabkan karena secara teknis tidak ada pengaturan dari Kemendikbudristek,” kata Ipi melalui keterangan tertulis, Rabu (24/8/2022).

Ipi mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi kelemahan dalam tata kelola penerimaan mahasiswa jalur mandiri. Dalam identifikasinya, KPK melihat sistem penerimaan itu kurang transparan dan akuntabel.

KPK juga sudah berdiskusi dengan tiga universitas negeri untuk membahas temuannya itu. Minimnya pengaturan dari Kemendikbudristek dan kurangnya akuntabilitas dan transparansi dinilai membuka celah suap dalam penerimaan mahasiswa jalur mandiri.

“Sehingga dalam pelaksanaannya sangat bergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi khususnya terkait aspek transparansi dan akuntabilitasnya. Antara lain terkait informasi tentang kuota yang tersedia, kriteria penerimaan, dan besaran sumbangan,” ujar Ipi.

KPK telah memberikan rekomendasi kepada Kemendikbudristek untuk mencegah tindakan koruptif dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Rekomendasi itu sudah diberikan melalui Surat Edaran KPK No. 07 Tahun 2022 tanggal 29 Maret 2022 tentang Penyempurnaan Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri S1 Perguruan Tinggi Negeri, yang ditujukan kepada Rektor PTN di seluruh Indonesia.

Dalam edaran itu, KPK menyarankan penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri harus lebih transparan. Kampus wajib memberikan informasi tentang rencana jumlah mahasiswa yang akan diterima dan indikator penerimaan.

“Juga dijelaskan metode dan alur seleksi calon mahasiswa yang akan digunakan perlu dinyatakan secara eksplisit. Penggunaan nilai minimum (passing grade), nilai terbaik sesuai kuota, atau kombinasi keduanya dan bahkan metode lain, jika ada harus diinformasikan,” tutur Ipi.

Lalu, kampus negeri juga wajib menyediakan sistem kanal pengaduan berbasis elektronik kepada masyarakat khususnya calon mahasiswa. Pengaduan yang masuk wajib ditindaklanjuti.

Pengaduan juga bisa dilemparkan ke KPK dengan kanal Jaga.id. Wadah itu bisa menampung keluhan terkait kecurigaan kecurangan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru.

“Laporan yang masuk akan KPK koordinasikan dengan Kemendikbud dan pihak universitas agar ditindaklanjuti secara cepat,” ucap Ipi.

Rektor Unila Karoman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa. Selain Karoman, KPK juga menetapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung, Heryandi; Ketua Senat Universitas Lampung, Muhammad Basri; dan pihak swasta, Andi Desfiandi sebagai tersangka.

Andi selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Korupsi.

Sedangkan, Karomani, Heryandi, dan Basri selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (MI/PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.