NASIONAL

Menpora Paparkan Desain Besar Olahraga Nasional kepada Wartawan Indonesia

MALANG – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali memberikan sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan SIWO di Malang pada Senin (21/11/2022).

DBON ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan sinergitas produktivitas olahraga prestasi nasional, serta meningkatkan budaya olahraga di masyarakat dan memajukan perkenomian nasional berbasis olahraga.

“Adanya DBON ini menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Olahraga Nasional pada 2020 lalu. Di mana perlu ada rancangan ulang sistem pembinaan atlet kita secara besar-besaran,” ungkap Menpora Zainudin Amali.

Dalam kesempatan itu, Amali menjelaskan prestasi olahraga Indonesia dari masa ke masa. Di mana prestasi yang diraih Indonesia selama 76 tahun ini baik dari ajang Olimpiade, Asian Games dan Sea Games bukan dihasilkan dari by design.

Hal ini yang menyebabkan prestasi olahraga nasional belum konsisten di ajang internasional. Apalagi, melihat kekuatan negara-negara seperti Thailand dan Vietnam, yang saat ini olahraganya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kita lihat Jamaika sekarang jadi pusat atletik. Sport science jadi pendamping utama. Sprinter kita ada dua yang latihan disana. Kenapa Jamaica bisa begitu, karena berkat desain. Kenapa kita gak bisa. Makannya jangan membandingkan dengan Amerika atau Cina. Kita bandingkan saja negara di bawah kita yang sekarang prestasinya bisa lebih baik,” terangnya.

Untuk memperbaiki lagi prestasi olahraga nasional, Presiden Joko Widodo kemudian menerbitkan Perpres No. 86 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. Presiden meminta Menpora untuk memperbaiki tata kelola dan sistem pembinaan olahraga di Indonesia.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menpora kemudian bertemu dengan akademisi, guru besar, praktisi olahraga dan pihak-pihak lain untuk memperbaiki prestasi olahraga nasional.

“Setelah kami bertemu, total ada 13 permasalahan yang terjadi di sistem olahraga. Mulai dari prasarana dan sarana olahraga masih terbatas dan belum memenuhi standar hingga manajemen kompetisi belum berjenjang berkelanjutan dan tidak sesuai dengan kelompok usia,” tuturnya.

Amali mengatakan, melalui upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan budaya olahraga di masyarakat dan bisa memberikan pedoman bagi pemerintah pusat dalam menyelenggarakan keolahragaan nasional.

“Kalau masyarakat sudah punya budaya, tak sulit bagi kami mencari talenta. Tapi kalau masyarakatnya enggan atau malas olahraga, kami sulit mendapatkan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menpora untuk memperbaiki sistem olahraga nasional.

“Melakui DBON ini pembinaan olahraga tanah air sangat tertata. Atlet bukan ditemukan tapi dicetak by design. Kami akan mendalaminya bersama Kemenpora,” tandasnya. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.