NASIONAL

Pemerintah Pantau Kasus Covid-19 dalam Dua Pekan

JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah memantau pergerakan kasus Covid-19 dalam satu hingga dua pekan ke depan pasca-Lebaran 2022. Mobilitas masyarakat yang tinggi saat perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah berdampak positif terhadap perekonomian, tapi juga meningkatkan risiko persebaran virus corona.

“Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam satu hingga dua minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing,” kata Luhut, yang juga Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Dia mengatakan mobilitas masyarakat yang keluar rumah pada saat Lebaran meningkat 48,1 persen dibanding tingkat acuan (baseline). Selain itu, indeks belanja mandiri melonjak hingga 31 persen dibanding pada Idul Fitri 2021.

Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia, kata Luhut, semakin terkendali. Beberapa indikatornya adalah tingkat rawat inap pasien di rumah sakit secara nasional yang turun hingga 97 persen. “Selain itu, jumlah kasus kematian yang disebabkan oleh varian Omicron turun hingga 98 persen dan positivity rate (tingkat penularan) berada di bawah 0,7 persen,” ujarnya.

Menurut dia, secara khusus, untuk wilayah Jawa dan Bali, perkembangan pandemi juga terus menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan di semua aspek. Seperti kasus terkonfirmasi, rawat inap rumah sakit, serta tingkat kematian di hampir seluruh Provinsi Jawa dan Bali.

Adapun seluruh provinsi di Jawa dan Bali hingga hari ini mengalami penurunan angka kasus mencapai 99 persen dibanding puncak kasus Omicron beberapa waktu yang lalu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus Covid-19 sebenarnya sudah menurun. Namun saat ini pihaknya berada dalam fase monitoring dengan hati-hati.

Salah satu yang diamati adalah subvarian BA.2 yang juga sudah ada di Indonesia. BA.2 menyebabkan kenaikan angka kasus di Amerika Serikat dan Taiwan.

Ada juga negara-negara yang bernasib seperti Indonesia, yakni BA.2 telah dominan, tapi jumlah kasus tidak naik secara pesat. Kondisi ini teramati terjadi di Inggris dan India.

Selain BA.2, BA.4 dan BA.5 menjadi perhatian. Budi mengatakan jumlah kasus di Afrika Selatan sudah naik, tapi jumlahnya masih  sedikit. “Karena kenaikannya sedikit, belum banyak, kita memonitor bersama WHO varian baru-baru ini,” kata Budi.

Selain memonitor varian baru, pengamatan dilakukan terkait dengan antisipasi adanya kenaikan jumlah kasus pasca-Lebaran. Berkaca pada Lebaran dan Natal serta tahun baru sebelumnya, kenaikan jumlah kasus terjadi pada hari ke-27 hingga ke-34 setelah hari raya. (TMP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.