NASIONAL

Peringati HPN, Menteri Siti Nurbaya Ajak Wartawan Tanam Mangrove

JAKARTA — Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang jatuh pada 9 Februari lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengajak wartawan menanam mangrove. Siti bersama jajaran pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menanam mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke-Kapuk, Jakarta Utara.

Rangkaian peringatan HPN 2024 berlangsung pada 17 hingga 20 Februari. Tema HPN tahun ini adalah Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Merawat Keutuhan Bangsa.

“Insan pers memiliki rasa kasih yang kuat terhadap alam, khususnya mangrove,” kata Siti, Sabtu (17/2/2024).

Siti mengatakan kawasan mangrove di Indonesia merupakan kawasan terluas di dunia. Kawasan mangrove Indonesia mencakup sekitar 23 persen dari keseluruhan luasan mangrove dunia.

Bukan kali pertama peringatan HPN ini dilakukan dengan penanaman mangrove. Siti mengatakan kegiatan ini kerap dilakukan di berbagai daerah, di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan saat ini di TWA Angke Jakarta.

“Pers itu sangat penting bukan hanya untuk pemerintah tapi untuk kehidupan. Mengutip Friedman, pers berperan sebagai story teller; social control, dan event shape. Tiga hal tersebut bisa memberikan pengaruh terhadap apa yang bisa dan akan terjadi dalam suatu negara. Jadi, peran pers sangat penting,” tutur Siti.

Jurnalis sebagai penasihat

Siti mendorong jajarannya untuk terus menjalin hubungan baik dengan insan pers. “Kenapa harus bersama sama dengan pers, karena birokrasi harus akuntabel, harus dikontrol. Salah satunya oleh pers,” kata dia.

Siti menempatkan jurnalis seabgai penasihat, bukan sekadar penyebar berita. Dengan posisi itu maka penyusunan kebijakan publik menjadi lebih berkualitas.

“Dengan adanya pers maka kebutuhan publik dapat diketahui dengan lebih baik,” kata Siti.

Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono mengatakan kegiatan penanaman itu juga bisa menjadi ajang saling bertukar pandangan. Menurut dia, sentuhan jurnalis membuat capaian kinerja KLHK dapat tersampaikan secara masif kepada publik.

“Termasuk memperoleh perspektif media terhadap eksistensi KLHK,” kata Bambang.

Perlu disuarakan

Ketua PWI Pusat Hendry CH Bangun mengatakan pengelolaan lingkungan penting. Menurut dia, komitmen KLHK menjaga lingkungan dan hutan Indonesia perlu disuarakan lebih luas agar diketahui publik dengan baik.

“Kami melihat apa yang sudah dikelola ini sudah baik, tetapi ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Ini tugas kami untuk memberitakan keberhasilan-keberhasilan upaya pemerintah, khususnya juga pada upaya perlindungan alam yang baik bagi kehidupan masyarakat,” kata Hendry.

Dia mendorong jurnalis untuk mengangkat dan mendorong lebih jauh tentang kesadaran akan kondisi alam Indonesia. Menurut dia, wartawan harus terus mengajak masyarakat secara konsisten untuk cinta alam dan cinta mangrove Indonesia.

TWA Mangrove Angke Kapuk merupakan kawasan konservasi alam sekaligus pariwisata alam. Area seluas 99,82 hektare ini berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta. Area ini masuk wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Siti Nurbaya juga mengapresiasi kegiatan penanaman 50 ribu batang mangrove yang dilakukan PWI Kepulauan Riau (Kepri). Siti berharap kegiatan serupa juga dilakukan pengurus PWI di seluruh Indonesia.

“Luar biasa, PWI Kepri mantap. Semangat ini perlu kita jaga konsistensinya agar terus berkelanjutan,” kata dia. (rls/sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.