NASIONAL

Perlindungan Masyarakat di Enam Kabupaten Rawan di Papua Ditingkatkan

JAKARTA — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan, enam kabupaten di Papua tergolong wilayah rawan. Selain pendekatan kesejahteraan, pemerintah juga akan meningkatkan upaya perlindungan keamanan bagi masyarakat di daerah-daerah rawan.

Enam kabupaten rawan itu berada di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Tiga di antaranya adalah Kabupaten Nduga, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang (Papua Pegunungan). Tiga lainnya adalah Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya (Papua Tengah).

”Jadi, memang ada daerah-daerah yang rawan. Itu kalau saya prediksi itu ada tiga kabupaten di Papua Tengah dan tiga kabupaten di Papua pegunungan,” ujar Wapres saat ditanya mengenai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sesuai menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, dilansir Kompas, Selasa (16/5/023).

Enam kabupaten dengan klasifikasi rawan ini membutuhkan penanganan yang berbeda dengan daerah lain yang lebih aman dan kondusif. Karena itu, menurut Wapres, pemerintah akan memberikan perlindungan dari ancaman kelompok sparatis teroris.

”Mungkin untuk enam kabupaten ini, akan kita lakukan semacam peningkatan upaya perlindungan untuk masyarakat dan juga perlindungan terhadap kedaulatan NKRI dari KST, Kelompok Separatis Teroris. Kita nyebutnya KST, kelompok separatis teroris,” kata Wapres.

Lebih jauh, Ketua Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) atau Badan Pengarah Papua itu menjelaskan, perlindungan terhadap masyarakat di enam kabupaten rawan dilakukan melalui operasi-operasi yang lebih menjamin keamanan. ”Strateginya itu lebih pada antisipasi ke depan,” ucapnya.

Sebelumnya, menanggapi masih terjadinya aksi penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa situasi di Papua tergolong sangat sulit. Meskipun sebagian sandera atau masyarakat yang ditangkap KKB telah berhasil dilepaskan, Presiden mengakui bahwa KKB menguasai kondisi lapangan di Papua.

”Kalau kita liat di lapangan, situasi lapangan itu tidak semudah yang kita bayangkan. Kalau kita di Jakarta. Saya ke Nduga dua kali, ke Wamena enggak tahu 4 atau 5 kali, medannya betul-betul medan yang sangat sulit,” ujar Presiden Jokowi seusai menanam mangrove di acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, Senin (15/5/2023).

Kondisi lapangan di Papua, menurut Presiden, berupa hutan belantara. ”Sangat dingin, jurangnya dalamnya beratus-ratus meter. Kalau belum ke sana, belum bisa membayangkan. Padahal, yang namanya KKB itu menguasai lapangannya,” kata Presiden.

Namun, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak pesimistis. ”Bukan berarti kita pesimis, tidak. Tapi memang medannya seperti itu. Tapi kan juga kemarin yang sandera sudah ada juga yang sudah bisa diamankan kembali. Medannya, kalau Bapak Ibu ke sana, baru ngerti betul bahwa medannya sangat berat sekali,” tuturnya.

Sementara itu, dalam pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2022-2023, di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2023), Ketua DPR Puan Maharani menyinggung sejumlah hal, termasuk aksi kekerasan yang terus dilakukan oleh KKB di Papua beberapa waktu terakhir.

Menurut Puan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB tersebut turut menjadi perhatian DPR. DPR pun meminta kepada pemerintah agar menyiapkan strategi khusus untuk mengatasinya. ”Pemerintah harus dapat mencari solusi dan strategi yang tepat untuk mengatasi situasi yang tidak aman dan aksi yang mengancam warga sipil, bahkan aksi yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, baik dari kalangan prajurit TNI maupun warga sipil,” ucap Puan. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.