NASIONAL

Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan di Dogiyai

JAYAPURA – Aparat kepolisian menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat Kabupaten Dogiyai berinisial SG di Distrik Kamu, Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (22/11/2022). SG diduga menjadi dalang kerusuhan di ibu kota Dogiyai pada 12 November 2022.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal di Jayapura membenarkan informasi penangkapan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Kabupaten Dogiyai berinisial SG. Ia mengatakan, SG diduga berperan menggerahkan massa yang memicu kerusuhan di Distrik Kamu, ibu kota Dogiyai.

KNPB merupakan organisasi sayap dari Organisasi Papua Merdeka dengan misi memperjuangkan referendum bagi Papua. Dogiyai merupakan salah satu basis kelompok tersebut.

Ia mengatakan, penangkapan SG ketika sedang dirinya mengisi bensin di stasiun pengisian bahan bakar di Distrik Kamu pada pukul 10.25 WIT. Penangkapan SG oleh tim gabungan Polres Dogiyai dan Satgas Damai Cartenz.

”Tim gabungan Polres Dogiyai dan Satgas Damai Cartenz telah membawa SG ke Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Situasi di Dogiyai saat ini masih kondusif pasca-penangkapan SG,” kata Ahmad.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Komisaris Besar Faisal Ramadhani mengatakan, pihaknya telah memeriksa 30 saksi terkait kerusuhan di Dogiyai. Adapun sebanyak tiga saksi yang melihat dan mengetahui peran SG saat terjadi kerusuhan.

Aksi provokatif

Ia pun mengungkapkan, aksi provokatif SG diduga memicu massa yang berjumlah sekitar 100 orang sehingga terlibat dalam kerusuhan. Diketahui massa berasal dari dua kampung di Distrik Kamu.

”Saat ini penyidik masih memeriksa SG di Markas Polres Nabire. Pemeriksaan untuk mengungkap keterlibatan dirinya dalam aksi kerusuhan sesuai dengan keterangan saksi dan barang bukti,” ungkap Faisal.

Diketahui kerusuhan bermula dari kasus kecelakaan lalu lintas pada Sabtu pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo, Distrik Kamu, ibu kota Dogiyai. Truk yang dikemudikan warga berinisial KM menabrak seorang anak bernama Noldi Goo. Bocah berusia lima tahun ini meninggal di lokasi kejadian.

KM segera menyerahkan diri ke kepolisian setempat. Akan tetapi, massa yang berada di lokasi kejadian tidak menerima bahwa KM telah ditahan pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Sekitar pukul 15.00 WIT, lebih dari 100 orang mendatangi Markas Polres Dogiyai dan diduga hendak melakukan aksi main hakim sendiri. Massa meminta pihak kepolisian menyerahkan KM kepada mereka. Polisi menolak permintaan massa serta meminta mereka kembali ke rumahnya dan menjamin akan memproses hukum pelaku.

Tak terima dengan penolakan itu, massa beraksi dengan membakar rumah dan kios warga serta sejumlah bangunan kantor Pemkab Dogiyai di empat lokasi. Massa juga menyerang sejumlah warga dan aparat kepolisian.

Aksi massa menyebabkan 102 bangunan terbakar yang meliputi 51 unit kios, 27 rumah warga, 9 rumah kos-kosan, 9 ruko, dan enam gedung kantor Pemda Dogiyai. Para pelaku juga membakar 1 alat berat ekskavator, 20 sepeda motor, dan 11 unit truk.

Sementara itu, dalam kerusuhan di Dogiyai, seorang warga bernama Ikbal tewas. Sementara korban luka karena dibacok senjata tajam serta terkena busur panah terdiri dari tiga warga dan empat anggota polisi.

Kepala Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Wilayah Papua Frits Ramandey mengatakan, rawan terjadi aksi anarkists yang dilakukan secara massal di Dogiyai. Total sudah terjadi tiga kali aksi anarkists yang dilakukan massa di kabupaten tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

”Diperlukan peran pemerintah daerah untuk mencegah aksi anarkistis secara massal yang sering terjadi di Dogiyai. Keamanan harus menyiapkan upaya antisipasi sebab masalah ini berdampak besar bagi aktivitas masyarakat,” ucap Frits. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.