Satgas Covid-19 Keluarkan Aturan Baru Mudik Lebaran

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan syarat dan aturan mudik Lebaran terbaru bagi para calon pemudik yang masuk dalam kelompok pelaku perjalanan dalam negeri atau PPDN. Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Surat edaran itu, selain digunakan sebagai panduan penerapan protokol kesehatan bagi para pelaku perjalanan dalam negeri, bertujuan menekan peningkatan angka penularan Covid-19 selama periode mudik Lebaran. Para pemudik wajib mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Mereka juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan di dalam negeri.

Tak hanya dua ketentuan itu, sejumlah syarat diberlakukan dalam aturan terbaru yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 terhadap pelaku perjalanan dalam negeri tersebut. Aturan tersebut berlaku efektif per 19 April 2022.

Aturan itu berlaku bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, serta kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan setiap kebijakan yang diterapkan saat mudik merupakan bentuk pembelajaran dari tiga kali lonjakan angka kasus Covid-19 sebelumnya. “Mudik menjadi satu hal yang penting bagi masyarakat karena mereka sudah lama tidak mudik. Tapi kami berkaca pada pengalaman tiga lonjakan kasus sebelumnya yang terjadi seusai libur panjang. Nyatanya, angka kasus juga melonjak. Maka itu, perlu berhati-hati,” kata dia, Jumat (22/4/2022).

Wiku menjelaskan, dalam kegiatan mudik tahun ini, setiap aturan yang dibuat oleh Satgas Penanganan Covid-19 benar-benar harus mampu melindungi masyarakat dari penularan virus. Pemudik diharapkan sehat dan aman hingga kembali ke kota asalnya.

Satgas pusat bersama satgas di tingkat daerah juga akan memperketat pengamanan protokol kesehatan di sejumlah titik jalur mudik, seperti di rest area ataupun fasilitas umum publik. Termasuk di jalur internasional dan perbatasan antardaerah.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat itu dilakukan dengan membagikan masker dan hand sanitizer kepada para pemudik secara gratis. “Kita ingin memastikan masyarakat selalu sehat selama mudik. Kita dampingi untuk disiplin protokol kesehatan agar aman dan sehat,” ujar Wiku.

Menurut Wiku, Satgas Covid-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga sudah menyiapkan peta bencana yang berkaitan dengan jalur-jalur mudik dan akan digunakan untuk memperluas tim pemantau supaya masyarakat tetap waspada serta aman sampai tujuan. Nantinya, Satgas tidak akan lagi memberikan sanksi seperti tahun-tahun lalu.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan pemerintah menekankan aspek kesehatan dalam kelancaran mudik tahun ini. “Aspek kesehatan untuk mencegah agar nantinya perjalanan mudik tidak menimbulkan kasus-kasus baru,” ujarnya.

Adita mengatakan penerapan protokol kesehatan tidak hanya berlaku bagi penumpang, tapi juga wajib ditaati oleh operator di semua moda transportasi. “Infrastruktur transportasi juga sudah dilakukan pengecekan dan inspeksi, yang biasa kita sebut sebagai ramp check atau uji kelaikoperasian,” kata dia. (TMP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: