NASIONAL

TNI-Polri Diminta Perkuat Strategi Komprehensif untuk Bebaskan Philip

JAKARTA — Aparat keamanan masih mencari lokasi pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Philip Mark Merthens. TNI juga terus siaga tempur kendati menyebut status ini bukan ofensif. Menghadapi situasi saat ini, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta TNI dan Polri memperkuat strategi komprehensifnya.

Hal ini disampaikan Wapres dalam rapat terbatas terkait Papua di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (26/4/2023). Rapat berlangsung pukul 13.30 WIB dan baru berakhir pada pukul 16.15.

Dalam pengantar rapat, Wapres mengungkapkan rasa prihatin terkait situasi dalam dua pekan terakhir. Sejumlah prajurit TNI gugur dalam tugas operasi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Tindak kekerasan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga terus terjadi.

Wapres pun menginstruksikan TNI dan Polri untuk memperkuat strategi yang komprehensif untuk Papua. Wapres meyakini Panglima TNI dan Kapolri melakukan evaluasi operasi dan memperkuat langkah-langkah dengan menetapkan status operasi menjadi siaga tempur darat.

Bersamaan dengan pendekatan keamanan, lanjut Wapres, pendekatan kesejahteraan yang berbasis sosial-kultural dan administratif-politik tetap harus dijalankan. Ini akan mengatasi akar persoalan dan isu-isu strategis di enam provinsi di tanah Papua.

”Kita juga harus konsisten dengan pendekatan kesejahteraan,” ujar Wapres yang juga Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), dilansir Kompas.id.

Hadir dalam rapat ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Gubernur Lemhanas Andi Wijayanto.

Bukan operasi militer

Seusai rapat, Yudo menjelaskan, pencarian lokasi sandera masih dilakukan. Pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat juga dilibatkan. ”Kemarin sudah disampaikan bahwa kita masih mencari, baik melalui pemerintah daerah, tokoh agama, maupun tokoh adat, tetapi sampai sekarang masih belum. Kami masih cari di daerah Nduga,” tuturnya.

Yudo juga menjelaskan, status siaga tempur yang disebutkannya pada 18 April lalu hanya supaya prajurit TNI selalu siaga kalau suatu waktu diserang dan bukan operasi militer. Dia membantah ketika ditanya apakah sebelum ini tidak siaga. ”Siaga tempur ini, kan, kita tekankan lagi. Sekarang ini, kan, kita lakukan operasi teritorial, operasi komunikasi sosial untuk daerah yang kerawanannya tidak tinggi. Khusus daerah dengan kerawanan tinggi, kita tekankan lagi dengan siaga tempur. Jadi, bukan operasi militer. Jangan diplesetkan sebagai operasi militer. Belum. Belum ada operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit,” tuturnya kepada wartawan.

Dia juga menegaskan, siaga tempur tidak berarti TNI akan melakukan tindakan ofensif. ”Bukan, bukan, kita tetap defensif. Namun, mereka (prajurit) harus siap di daerah yang tinggi (kerawanannya) dengan siaga tempur,” ujarnya menambahkan.

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi menambahkan, terkait pola penanganan keamanan masih belum selesai. ”Masih ada detail-detail yang akan dirumuskan oleh tim dari rapat koordinasi ini,” ujarnya.

Kendati mengelak menjelaskan apa langkah-langkah yang akan dilakukan terkait siaga tempur ini, Masduki meyakinkan bahwa pencarian sandera ataupun pengamanan sedang ditangani.

Masduki menambahkan, dengan siaga tempur, penebalan-penebalan atas apa yang sudah berjalan dilakukan. Namun, dia membantah apabila hal ini juga berarti penambahan pasukan. Hanya mengefektifkan pengamanan.

Selain itu, Wapres juga menekankan pentingnya mengelola komunikasi luar negeri dan dalam negeri yang tepat. Kajian-kajian pemikiran strategis untuk perbaikan formulasi dan pelaksanaan kebijakan soal Papua ke depan juga sangat diperlukan.

Bantah gunakan bom

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM Sebby Sambom, Rabu (26/4/2023), menyebarkan video tentang kondisi terakhir Philip Merthens, pilot Susi Air yang disandera kelompok Egianus Kogoya. Dalam video itu, Merthens berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris secara bergantian. Disampaikan bahwa video disampaikan pada 24 April 2023. ”Setelah hampir tiga bulan di sini, kondisi saya sehat. Saya makan baik, minum baik. Saya jalan, duduk, dan istirahat bersama mereka,” kata Philip yang duduk diapit dua gerilyawan TPNPB.

Philip juga meminta agar aparat TNI-Polri tidak menjatuhkan bom di wilayah Nduga. Dia menilai upaya tersebut dapat mengancam keselamatannya.

Dalam keterangan persnya Sebby menegaskan, pembebasan pilot harus melalui negosiasi dan bukan melalui operasi militer. ”Oleh karena Itu, Presiden Indonesia Joko Widodo harus hentikan operasi militer di Nduga dengan segera jika tidak membahayakan nyawa pilot asal Selandia Baru ini,” tulis Sebby.

Sebby juga mengatakan, video ini diperuntukkan bagi Pemerintah Selandia Baru dan keluarga Merthens. Namun, karena Pemerintah Indonesia dikabarkan akan membombardir Nduga, siaran pers ini juga diperuntukkan untuk komunitas internasional.

Seperti diketahui, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya membakar pesawat Susi Air PK-BVY setelah mendarat di Lapangan Terbang Distrik Paro pada 7 Februari 2023 pukul 06.17 WIT. Sebelumnya pesawat ini terbang dari Bandara Udara Internasional Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, pada pukul 05.33 WIT.

Pesawat yang dipiloti Philip Merthens membawa lima penumpang. KKB langsung menawan Merthens setelah membakar pesawat di Lapangan Terbang Paro. Adapun lima penumpang dilepaskan pihak KKB karena merupakan warga setempat.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Kav) Herman Taryaman menegaskan, pernyataan penggunaan bom dalam upaya pembebasan Merthens tidaklah benar. Ia menyatakan pihak KKB sengaja mengintimidasi korban yang disanderanya untuk menyampaikan informasi hoaks tersebut.

”Aparat TNI-Polri tidak mungkin menggunakan bom untuk membebaskan Philip. Upaya tersebut dapat mengancam keselamatan Philip dan masyarakat setempat,” kata Herman menegaskan.

Hal senada disampaikan Kepala Satgas Humas Damai Cartenz Komisaris Besar Dony Charles Go. Dony menilai video tersebut sebagai propaganda KKB untuk menjatuhkan citra TNI-Polri dalam upaya pembebasan Philip. (EDN/FLO/INA)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.