NASIONAL

Wajib Pakai Masker bagi Pemudik

JAKARTA – Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi, mengatakan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan merupakan protokol kesehatan utama mencegah penyebaran virus corona. Namun ada kalanya masyarakat tidak bisa terhindar dari kerumunan seperti saat mudik.

Memakai masker membantu mencegah penularan Covid-19 ketika berada di kerumunan saat mudik Lebaran. “Pakai masker yang baik dan benar,” kata Sonny, Rabu (27/4/2022).

Karena itu, Sonny menyarankan masyarakat memakai masker dengan tingkat filtrasi yang tinggi, seperti masker medis atau masker yang memiliki tiga lapisan. Dia juga menyarankan pemudik menggunakan masker medis supaya lebih aman. “Kalau merasa sangat tidak bisa menjaga jarak, didobel dengan masker kain,” ujarnya.

Sonny mengingatkan, tingkat filtrasi masker medis lebih tinggi dibanding masker kain, sehingga dia tetap merekomendasikan masker medis untuk digunakan selama mudik. Jika perlu, masyarakat bisa memilih masker dengan tingkat filtrasi tinggi, seperti KN95 dan KN94.

Selain disarankan menggunakan masker, warga yang hendak mudik diimbau dalam keadaan sehat agar terhindar dari risiko kesehatan yang memburuk. Setelah dua tahun hidup di tengah kondisi pandemi, masyarakat diharapkan bisa melakukan screening secara mandiri, yaitu mengenali gejala apa saja yang ditemukan saat terjangkit Covid-19.

Jika merasakannya, masyarakat sebaiknya menunda mudik. Screening mandiri penting dilakukan karena Covid-19 baru bisa diketahui melalui tes PCR. Sementara itu, aturan yang berlaku tidak mewajibkan masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster melampirkan bukti tes antigen atau PCR ketika mudik dengan kendaraan umum.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kementerian mulai mendistribusikan secara bertahap alokasi vaksin Sinovac untuk booster atau dosis penguat ke seluruh daerah sebagai respons atas putusan Mahkamah Agung.

Alokasi vaksin Sinovac disesuaikan dengan persediaan seluruh kebutuhan vaksin yang ada di fasilitas produksi PT Bio Farma dengan total 5-7 juta dosis. “Alokasinya ke seluruh daerah tergantung dengan kebutuhan peserta di sana,” kata dia. (TMP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.